Muslim Malawi Kecewa Atas Sedikitnya Wakil Mereka di Kabinet Baru

Sabtu, 20/06/2009 16:50 WIB | Arsip | Cetak

Umat Islam di Malawi kecewa atas sedikitnya keterwakilan mereka di kabinet yang baru dibentuk, sambil mengatakan bahwa hal ini jauh dari keseimbangan agama di negara Afrika Selatan. Sedangkan para pakar melihat ini sebagai seruan kebangkitan untuk umat Islam Malawi.

"Kabinet yang baru jauh dari keterwakilan umat Islam," kata Alhaj Yusuf Kanyamula - ketua dari organisasi payung Muslim Malawi kepada IOL.

Presiden Malawi Bingu wa Mutharika pada tanggal 17 Juni lalu membuka kepublik susunan kabinet barunya, dan dari 43 anggota kabinet baru hanya ada dua orang Muslim dari partainya yang berkuasa - partai demokratik progresif.

Selebihnya mentri-mentri yang berasal dari umat Kristen yang mendominasi.

Mutharika yang beragama Katolik untuk kedua kali terpilih kembali menjadi presiden, mengurangi jatah jumlah menteri dari kalangan Islam dalam kabinet terbarunya.

Selama menjabat sebagai presiden pada periode sebelumnya, dia telah menempatkan enam orang menteri dari kalangan Islam termasuk wakil presidennya Dr Cassim Chilumpha.

Organisasi payung umat Islam Malawi (MAM), menggambarkan kabinet pemerintahan baru sekarang merupakan terendah terkewakilan umat Islamnya sejak negeri itu memberlakukan politik pluralistik pada tahun 1994.

Tetapi salah seorang dari dua menteri Muslim dikabinet yang baru menegaskan bahwa penunjukkan kabinet tidak berdasarkan atas agama.

"Saya seorang Malawi, sama seperti seluruh penduduk Kristen yang ada di negara ini," kata Sidik Mia yang telah dipindahkan dari menteri urusan irigasi dan air minum menjadi menteri pertahanan nasional, katanya kepada IOL.

"Presiden menunjuk telah menunjuk saya atas dasar kemampuan yang saya miliki. Agama saya tidak jadi pertimbangan presiden dalam menunjuk saya menjadi menteri."

"Meskipun kami menyadari bahwa menteri tidak diangkat berdasarkan pertimbangan keagamaan, tetapi dari aspek keseimbangan berdasarkan agama tidak dapat sepenuhnya terpenuhi," kata Kanyamula ketua dari organisasi Muslim Malawi.

Di Malawi, yang secara resmi merupakan negara sekuler, Islam adalah agama terbesar kedua setelah agama Kristen.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang