Muslim Malaysia Protes Penggunaan Kata “Allah” Oleh Umat Katolik

Ribuan umat Islam Malaysia melampiaskan amarah mereka lewat layanan online terhadap keputusan pengadilan yang membolehkan orang Kristen menggunakan kata "Allah" ketika mengacu kepada “Tuhan” mereka.
Menurut orang-orang Islam di Malaysia, yang menyadari bahwa ini adalah propaganda untuk mengacaukan umat Islam sekarang dan di masa depan. Seperti diketahui, mingguan Katolik lokal, The Herald, menggunakan kata “Allah” dalam setiap terbitannya, dan itu memicu kemarahan umat Muslim Malaysia.
"Masalahnya adalah bahwa akan ada banyak doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip yang akan dipromosikan benar-benar bertentangan dengan akidah Islam," tegas Shad Saleem Faruqi, seorang dosen hukum konstitusi dengan Tekonologi Universiti Malaysia, kepada Reuters.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin memperingatkan politisi dan publik untuk tidak membesar-besarkan reaksi atas putusan pengadilan ini. "Kita tidak boleh tergesa-gesa membuat pernyataan," kepada wartawan. "Kami memahami ini hal yang sensitf. Yang penting adalah bahwa kita harus yakin langkah bahwa Pemerintah akan bertindak."
Malaysia memiliki populasi hampir 26 juta, dan hampir 60 persennya merupakan pemeluk Islam. Kristen, termasuk Katolik hanya berjumlah 800.000, atau sekitar 9,1 persen dari populasi.
Bisa dibilang, kondisi Malaysia saat ini panas karena hal ini. Umat Islam Malaysia masih menunggu keputusan pengadilan. (sa/iol)
Lainnya (Arsip)
- Newsweek: Obama Sudah Mengetahui Ancaman Hari Natal?
Selasa, 05/01/2010 05:48 WIB - Pangeran Al-Waleed bin Talal Masih Menjadi Orang Terkaya Di Arab Pada 2009
Senin, 04/01/2010 19:05 WIB - Kedutaan Mesir di Jerman di Demo Warga Palestina dan Jerman
Senin, 04/01/2010 17:04 WIB - 14 Negara Masuk dalam "Daftar Hitam" Otoritas Bandara AS
Senin, 04/01/2010 16:24 WIB - Dexia Bank Tolak Biayai Pembangunan Pemukiman Yahudi
Senin, 04/01/2010 16:12 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




