Muslim Moro dan Philipina Kembali ke Meja Perundingan
.jpg)
Perundingan antara pemerintah Philipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) berlangsung hari Selasa (8/12) di Kuala Lumpur Malaysia. MILF bersedia kembali ke meja perundingan setelah dibentuk tim International Contact Group (ICG) yang tugasnya memantau kedua belah pihak jika tercapai kesepakatan perdamaian.
ICG beranggotakan sejumlah diplomat asing dari Inggris, Jepang, Turki dan perwakilan dari beberapa organisasi internasional antara lain Muhammadiyah Indonesia. Anggota tim dari Inggris dan Jepang hadir dalam pembukaan perundingan.
"Kami berharap perundingan kali ini membawa hasil bagi upaya menciptakan perdamaian dan kedua belah pihak menandatangani kesepatan perdamaian itu," kata pemimpin senior MILF, Eid Kabalu.
Sementara juru runding pemerintah Philipina, Rafael Seguis mengaku yakin dan optimis perundingan akan menghasilkan kesepakatan damai yang adil, permanen dan bisa diterima serta membawa manfaat bagi komunitas Muslim di Mindanao dan seluruh rakyat Philipina.
"Tugas kita ke depan masih penuh tantangan, masih banyak yang harus kami lakukan," tukas Seguis.
Pemerintah Philipina menangguhkan perundingan damai dengan MILF yang seharusnya dilaksanakan tahun 2008 dan mengabaikan proses perdamaian yang sudah berlansung selama 11 tahun untuk menyelesaikan konflik antara pemerintah Philipina dan kelompok Muslim di wilayah Selatan.
Manila memutuskan penangguhan itu setelah Mahkamah Agung Philipina membekukan hasil perundingan soal pembentukan "tanah air" bagi komunitas Muslim di Selatan, karena protes dari kelompok Kristen di wilayah itu. Pembatalan tersebut membuat situasi di Philipina Selatan kembali panas dan menimbulkan krisis kemanusiaan.
Lebih dari 700.000 orang mengungsi karena konflik bersenjata kembali pecah. Dari jumlah itu, 250.000 orang masih berada di pusat-pusat evakuasi yang tersebar di seluruh wilayah Mindanao. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Ledakan Bom Menewaskan 77 Orang di Bagdad
Selasa, 08/12/2009 16:41 WIB - Muslim Denmark Skeptis Soal Partai Islam
Selasa, 08/12/2009 15:47 WIB - Masih Adakah Figur Menarik Untuk Timur Tengah?
Selasa, 08/12/2009 15:42 WIB - Warga Somalia Menolak Al-Shabab
Selasa, 08/12/2009 14:57 WIB - Kisah Seorang Wanita Miskin di Yaman, Sapi tua dan Jalur Gaza
Selasa, 08/12/2009 13:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




