Muslim Prancis Tolak Kampanye Anti-Burka di Parlemen

Jumat, 19/06/2009 10:42 WIB | Arsip | Cetak

Muslim Prancis bereaksi keras atas kampanye anti-burka yang digulirkan sekelompok anggota parlemen Prancis. Mereka mengatakan kampanye itu hanya sebagai upaya sekelompok politisi Prancis yang ingin membuat stigmatisasi terhadap komunitas Muslim, karena jumlah muslimah yang mengenakan burka di Prancis jumlahnya tidak banyak.

Ketua French Council for the Muslim Religion (CFCM) Mohammed Moussaoui mengkritik parlemen yang terlalu membesar-besarkan persoalan burka. "Mengangkat isu seperti ini ke parlemen adalah cara untuk menodai citra Islam dan Muslim di Prancis," tukas Moussaoui.

Ia mengatakan, para wakil rakyat di Prancis lebih baik memfokuskan kinerjanya pada upaya untuk menyediakan lapangan kerja bagi rakyat yang banyak kehilangan pekerjaannya karena krisis ekonomi daripada mengurusi hal-hal yang hanya memicu kecurigaan dan kebencian pada komunitas Muslim.

Prancis, negara Eropa yang paling banyak komunitas Muslimnya, memang sangat membatasi hak-hak warga Muslim. Prancis menetapkan larangan berjilbab di institusi pendidikan dan tempat-tempat publik dan sekarang negara ini mulai meributkan burka.

Tahun 2008 lalu, pengadilan administratif di Prancis menolak memberikan status kewarganegaraan pada seorang perempuan asal Maroko dengan alasan burka yang dikenakan muslimah tidak sesuai dengan hukum sekuler di Prancis dan persamaan gender.

Kampanye anti-burka di Prancis digulirkan ke parlemen oleh anggota parlemen dari kelompok komunis, Andre Gerin. Ia mengklaim makin banyak musilmah berburka di Prancis dan itu mengancam identitas sekularisme Prancis. Gerin mengusulkan agar parlemen membentuk komisi khusus yang menyelidiki hal itu dan mengeluarkan larangan berburka di Prancis.

Usul Gerin mendapatkan dukungan lebih dari 58 anggota parlemen dan keputusan atas usulan tersebut akan diambil lewat voting di Dewan Nasional. "Jika majelis rendah parlemen setuju pembentukan komisi khusus, draft larangan berburka akan dirilis sekitar akhir bulan November," kata Gerin. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang