Muslim Queensland akan Bangun Sekolah Islam

Rabu, 04/02/2009 17:01 WIB | Arsip | Cetak

Setelah satu tahun terkatung-katung, negara bagian Queensland, Australia akhirnya menyetujui pembangunan sekolah Muslim. Pembangunan sekolah ini terhambat karena sebagian warga yang menentang keberadaan sekolah Muslim di wilayah mereka.

Dalam pernyataannya, ketua Dewan Kota Gold Cost John Wayne menyatakan, komite yang meneliti permohonan pembangunan sekolah Muslim itu menyimpulkan bahwa rencana pembangunan sekolah itu sudah sesuai dengan rencana tata kota.

Hasil kajian komite tersebut tertuang dalam laporan setebal 72 halaman dengan mencantumkan sekitar 54 syarat pembangunan, antara lain perubahan disain sekolah agar halaman parkirnya bisa lebih luas. Pihak pengurus sekolah diminta membayar biaya lebih mahal untuk persediaan air dan pengolahan limbah.

Dengan keluarnya surat persetujuan itu, pembangunan sekolah Australian International Islamic College di kota Carrara, tinggal menunggu stempel dari seluruh anggota Dewan Kota, sekaligus mengakhiri pro kontra sudah berlangsung selama setahun.

Warga masyarakat yang tidak setuju dengan rencana pembangunan sekolah itu pada bulan November kemarin sempat melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Dewan Kota. Namun Walikota Ron Clarke mengatakan, mereka juga harus memenuhi kebutuhan warga minoritas. Clarke menyesalkan sikap sebagian warga yang menggunakan aksi-aksi teror untuk menentang rencana pembangunan sekolah Muslim itu.

Setelah ijin keluar, kelompok-kelompok agama Kristen dan warga legal menyatakan menerima keputusan itu dan berjanji tidak akan melakukan aksi protes lagi. "Kami bukan musuh mereka dan kami akan berusaha hidup berdampingan dengan mereka dengan harmonis," kata Rod Gilchrist, seorang pastor dari Dream Center.

Warga Muslim mengungkapkan kegembiraannya atas keputusan komite Dewan Kota. "Kami merasa senang, akhirnya mereka bisa memberikan keputusan yang rasional dan logis berdasarkan perencanaan yang diajukan," kata juru bicara sekolah dan tokoh Muslim Australia, Keysar Trad.

Keberadaan Muslim di Australia sudah lebih dari 200 tahun dan jumlah mereka sekarang sekitar 1,5 persen dari 20 juta total penduduk Negeri Kanguru itu. Sejumlah permohonan pembangunan sekolah Islam di Australia ditentang oleh warga setempat dan kelompok-kelompok keagamaan. Salah satunya, rencana pembangunan sekolah Islam di Camden yang akhirnya dibatalkan karena ditentang oleh warga. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang