Muslim Skotlandia dan Sinagog

Jumat, 20/03/2009 11:35 WIB | Arsip | Cetak

Warga Muslim di Edinburgh, Skotlandia menawarkan diri untuk ikut menjaga sebuah sinagog di kota itu setelah terjadi penyerangan sepekan yang lalu. Akibat serangan tersebut, sejumlah kaca jendela sinagog pecah.

Serangan tersebut terjadi ditengah munculnya laporan maraknya serangan terhadap orang-orang Yahudi dan sinagog-sinagog di Eropa menyusul agresi brutal Israel ke Jalur Gaza. Polisi Edinburgh dilaporkan berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku serangan ke sinagog Edinburgh yang menjadi tempat ibadah sekitar 700 orang komunitas Yahudi di kota itu.

Imam-imam masjid di Edinburgh dalam khutbah Jumatnya mengutuk serangan ke tempat ibadah, termasuk sinagog. Untuk itu, Muslim Edinburgh menawarkan diri untuk ikut menjaga sinagog dan tawaran itu sudah disampaikan lewat surat yang ditulis Scottish Islamic Foundation (SIF) pada Rabbi David Rose, pimpinan Jamaah Yahudi di Edinburgh.

"Kami percaya Anda punya pengamanan yang cukup layak di tempat-tempat ibadah di seluruh Edinburgh. Kami sangat prihatin dengan persoalan ini dan kami bersedia memberikan bantuan pengamanan di sinagog dari komunitas kami sendiri," Ken Imri, ketua SIF mengungkapkan isi surat tersebut.

"Kami ingin Anda tahu bahwa komunitas Muslim siap siaga untuk membantu Anda dalam menghadapi serangan dan ancaman seperti aksi vandalisme ini. Karena merusak gedung adalah tindakan yang salah. Apalagi terhadap gedung tempat ibadah," sambung Imri.

Keinginan warga Muslim untuk membantu pengamanan sinanog di Edinburgh disambut baik oleh Juru Bicara Community Security Trust, Mark Gardner. Komunitas tersebut adalah kelompok yang memberikan perlindungan pada orang-orang Yahudi Inggris.

"Pernyataan warga Muslim dan kelompok lainnya dari seluruh Inggris Raya, diharapkan bisa mendorong dua komunitas yaitu Yahudi dan Muslim untuk bersama-sama melawan rasisme dan ekstrimisme," kata Gardner.

Saat ini, menurut data SIF, ada sekitar 50.000 Muslim di Skotlandia. Islam adalah agama kedua terbesar di negeri itu. Di seluruh Skotland terdapat sekitar 30 masjid, 12 diantaranya berlokasi di Glasgow. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang