Terkait Pelarangan Menara, Umat Islam Diminta Tenang

Selasa, 01/12/2009 08:52 WIB | Arsip | Cetak

Dukungan masyarakat Swiss terhadap inisiatif dari kelompok sayap kanan yang melarang pembangunan menara masjid telah memberikan gelombang keterkejutan di kalangan minoritas umat Islam Swiss.

"Umat Islam Swiss sangat terkejut dengan hasil referendum itu," kata Hisyam Maizar presiden Federasi Organisasi Islam di Swiss kepada IslamOnline.net.

"Kami berada dalam sebuah cobaan."

Hari Ahad yang lalu warga Swiss melakukan jajak pendapat yang merupakan inisiatif dari kelompok sayap kanan Partai Rakyat Swiss (SVP) - partai terbesar Swiss - untuk melarang pembangunan menara baru di negara tersebut.

"Pelarangan ini berimplikasi buruk terhadap hak-hak warga minoritas di Swiss," kata Farhad Afshar, presiden Koordinasi Organisasi Islam Swiss.

Larangan menara telah memicu kehebohan di dalam negeri dan di luar negeri karena telah membatasi warga Muslim Swiss untuk menjalankan hak kebebasan beribadah.

"Pemerintah kecewa dengan hasil ini namun kami tidak mungkin untuk meyakinkan para pemilih untuk menolak inisiatif dari kelompok sayap kanan," kata Menteri Ekonomi Doris Leuthard.

Menteri Kehakiman Eveline Widmer-Schlumpf juga mengecam adanya larangan itu.

"Hasil pemungutan suara tak diragukan lagi merupakan refleksi dari ketakutan dan ketidakpastian yang ada di antara penduduk," katanya.

Media Swiss memperingatkan bahwa larangan menara akan merusak citra Swiss sebagai negara yang toleran.

"Balas dendam, pemboikotan, dan sejenisnya ... bentrokan dengan Islam hanya menghasilkan biaya yang mahal," komentar surat kabar Le Temps.

Jenewa mengatakan pemungutan suara telah "diilhami oleh rasa takut, fantasi dan kebodohan", akan menjadi peringatan untuk Swiss dari sebuah "kerusakan spektakuler" di dunia internasional.

Hal ini memperingatkan bahwa larangan akan "Memperkuat isolasi internasional terhadap Swiss bahkan di antara negara-negara Barat."

Partai rakyat Swiss (SVP) telah memaksa diadakannya referendum di bawah peraturan Swiss untuk melarang menara-menara masjid setelah mereka mengumpulkan 100.000 tanda tangan dukungan dalam waktu 18 bulan dari para pemilih yang berhak memilih.

Partai mengklaim bahwa menara adalah simbol syariah dan tidak sesuai dengan sistem hukum Swiss.

Pemerintah Swiss mengatakan bahwa larangan itu merupakan pelanggaran terhadap hak untuk kebebasan beragama bagi semua orang.

"Jaminan ini mengikat Swiss di bawah hukum internasional," kata Widmer-Schlumpf.

"Kebebasan melaksanakan keyakinan agama berlaku untuk semua agama."

Menteri Kehakiman menekankan bahwa larangan tersebut bukan berarti penolakan terhadap umat Islam yang ada di Swiss.

"Pemungutan suara harusnya tidak mengarah pada saling tidak mempercayai," katanya.

"Marjinalisasi dan pengecualian atas dasar agama dan perbedaan budaya akan sangat berpengaruh bagi negara terbuka seperti Swiss."

Menteri mengatakan bahwa larangan terhadap menara, umat Islam Swiss dapat mengajukan banding di Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia di Strasbourg.

Partai Hijau sudah mengumumkan bahwa ia sedang mempertimbangkan banding terhadap larangan menara.

Umat Islam Swiss menyerukan supaya bersikap tenang terhadap larangan menara.

"Kita perlu beberapa waktu untuk mengevaluasi situasi dan melihat dampak pelarangan itu di masa depan," kata Maizar.

Ia memperingatkan bahwa reaksi keras terhadap larangan itu akan sia-sia dan kontraproduktif.

"Kami menyerukan respon yang bertanggung jawab untuk melihat di mana para pendukung inisiatif Apakah mereka akan lebih mencari-cari alasan untuk membatasi umat Islam Swiss."

Hani Ramadan, kepala Islamic Center di Jenewa, juga menyerukan untuk tenang.

"Larangan itu sebuah kejutan besar bagi Umat Islam Swiss," katanya kepada IOL.

Pemimpin Swiss juga menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk merespon dengan tenang terhadap larangan tersebut.

"Kami mendesak dunia Islam untuk merespon dengan tenang untuk membantu memahami alasan di balik dukungan rakyat Swiss untuk melarang menara masjid."

Yousef Abram, seorang imam masjid di Jenewa, menyerukan hal yang sama.

Islam adalah agama kedua di Swiss setelah Kristen, dengan Umat Muslim diperkirakan hampir 400.000 jiwa.

Ada hampir 160 masjid dan tempat sholat di Swiss, terutama di bekas pabrik-pabrik dan gudang.

Hanya empat dari masjid tersebut yang memiliki menara, dan tak satu pun dari menara masjid tersebut gunakan untuk menyuarakan adzan Azan, karena adzan dengan pengeras suara lewat menara masjid telah dilarang di Swiss.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang