Muslim Trinidad Tuntut Kepolisian Minta Maaf

Komunitas Muslim di Trinidad dan Tobago menuntut aparat kepolisian minta maaf karena telah memperlakukan seorang diplomat Arab Saudi sewenang-wenang.
Fawaz Abdul Rahman Alshubaili, nama diplomat itu sedang dalam kunjungan ke Trinidad dalam rangka tugas mengurus visa para calon haji dari negeri itu. Aparat kepolisian mengklaim menerima informasi bahwa Fawaz bisa membahayakan keamanan dalam negeri Trinidad, sehingga Fawaz diinterogasi dan kamar hotelnya digeledah oleh aparat kepolisian.
Syaikh Munaf Mohammed yang mengkordinir kedatangan Fawaz ke Trinidad mengatakan, sedikitnya empat hingga lima orang laki-laki tiba-tiba masuk ke kamar hotel dan mengatakan bahwa mereka mencari senjata dan amunisi di kamar itu. Orang-orang itu, kata Syaik Mohammed, juga menggeledah badan Fawaz dan menyuruhnya membuka pakaiannya.
"Fawaz mencoba menjelaskan bahwa ia memegang paspor diplomatik dan menunjukkan paspor itu pada mereka. Tapi paspor itu tampaknya tidak ada artinya buat orang-orang tersebut," ujar Syaikh Mohammed.
Akibat insiden itu, Fawaz mempercepat kunjungannya dan kembali ke Arab Saudi. Ia mengaku sangat marah dengan perlakuan aparat Trinidad yang telah mempermalukannya.
"Dia sangat malu dan kecewa. Dia datang ke negara ini untuk membantu warga Muslim Trinidad dan membantu sekitar 204 Muslim Trinidad yang berencana menunaikan ibadah haji. Tapi ia malah mendapat perlakuan yang sewenang-wenang dari pemerintah Trinidad," papar Syaikh Mohammed.
Insiden itu sampai ke telinga komunitas Muslim Trinidad-Tobago. Mereka pun mengungkapkan kemarahannya pada pemerintah Trinidad dan menuntut komisaris polisi James Philbert untuk minta maaf atas tindakan anak buahnya.
"Kalau yang datang diplomat AS atau Kanada, mereka tidak diperlakukan seperti ini," protes pemuka Muslim, Maulana Abdul Salam.
Merespon kemarahan komunitas Muslim, Philbert membela tindakan aparatnya dan mengatakan bahwa polisi cuma ingin membuktikan informasi yang mereka terima bahwa ada orang yang membagikan visa di sebuah hotel. "Ini bukan hal yang normal, oleh sebab itu polisi punya hak untuk menyelidiki informasi itu," dalih Philbert. (ln/Dawn)
Lainnya (Arsip)
- Mantan Rapper AS Bantah Kebohongan Media Tentang Islam Lewat Acara TV
Kamis, 05/11/2009 15:07 WIB - Takut Taliban, PBB "Evakuasi" Ratusan Staffnya di Afghanistan
Kamis, 05/11/2009 15:07 WIB - Pengadilan Italia: Hukuman Penjara untuk 23 Agen CIA
Kamis, 05/11/2009 12:49 WIB - Diplomat AS Tuduh Petinggi Muslim Bosnia Terlibat Dalam Jaringan Kriminal
Kamis, 05/11/2009 11:05 WIB - Lemparan Telur Buat Dubes Israel di Turki
Kamis, 05/11/2009 09:20 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




