Muslim Trinidad Tuntut Kepolisian Minta Maaf

Kamis, 05/11/2009 16:31 WIB | Arsip | Cetak

Komunitas Muslim di Trinidad dan Tobago menuntut aparat kepolisian minta maaf karena telah memperlakukan seorang diplomat Arab Saudi sewenang-wenang.

Fawaz Abdul Rahman Alshubaili, nama diplomat itu sedang dalam kunjungan ke Trinidad dalam rangka tugas mengurus visa para calon haji dari negeri itu. Aparat kepolisian mengklaim menerima informasi bahwa Fawaz bisa membahayakan keamanan dalam negeri Trinidad, sehingga Fawaz diinterogasi dan kamar hotelnya digeledah oleh aparat kepolisian.

Syaikh Munaf Mohammed yang mengkordinir kedatangan Fawaz ke Trinidad mengatakan, sedikitnya empat hingga lima orang laki-laki tiba-tiba masuk ke kamar hotel dan mengatakan bahwa mereka mencari senjata dan amunisi di kamar itu. Orang-orang itu, kata Syaik Mohammed, juga menggeledah badan Fawaz dan menyuruhnya membuka pakaiannya.

"Fawaz mencoba menjelaskan bahwa ia memegang paspor diplomatik dan menunjukkan paspor itu pada mereka. Tapi paspor itu tampaknya tidak ada artinya buat orang-orang tersebut," ujar Syaikh Mohammed.

Akibat insiden itu, Fawaz mempercepat kunjungannya dan kembali ke Arab Saudi. Ia mengaku sangat marah dengan perlakuan aparat Trinidad yang telah mempermalukannya.

"Dia sangat malu dan kecewa. Dia datang ke negara ini untuk membantu warga Muslim Trinidad dan membantu sekitar 204 Muslim Trinidad yang berencana menunaikan ibadah haji. Tapi ia malah mendapat perlakuan yang sewenang-wenang dari pemerintah Trinidad," papar Syaikh Mohammed.

Insiden itu sampai ke telinga komunitas Muslim Trinidad-Tobago. Mereka pun mengungkapkan kemarahannya pada pemerintah Trinidad dan menuntut komisaris polisi James Philbert untuk minta maaf atas tindakan anak buahnya.

"Kalau yang datang diplomat AS atau Kanada, mereka tidak diperlakukan seperti ini," protes pemuka Muslim, Maulana Abdul Salam.

Merespon kemarahan komunitas Muslim, Philbert membela tindakan aparatnya dan mengatakan bahwa polisi cuma ingin membuktikan informasi yang mereka terima bahwa ada orang yang membagikan visa di sebuah hotel. "Ini bukan hal yang normal, oleh sebab itu polisi punya hak untuk menyelidiki informasi itu," dalih Philbert. (ln/Dawn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang