Jilbab Jadi Sasaran Serangan Rasial, Pasca Peristiwa Fort Hood

Senin, 23/11/2009 08:52 WIB | Arsip | Cetak

Seorang wanita Amerika telah didakwa dengan kejahatan rasial setelah dia menyerang secara verbal dan menarik jilbab yang dikenakan seorang Muslimah AS - pasca peristiwa penembakan yang dilakukan Mayor Nidal Malik Hasan di Fort Hood, kata laporan pers.

Dua hari setelah penembakan di Fort Hood, Valerie Kenney mendekati Amal Abusumayah di toko kelontongnya dan kemudian berteriak, "orang yang melakukan penembakan Texas, ia bukan orang Amerika, dan dia adalah orang Timur Tengah!," mengacu pada Mayor Nidal Malik Hasan yang melakukan penembakan di Fort Hood, seorang warga AS Muslim yang lahir di Virginia.

Meskipun Abusumayah mengabaikannya, Kenney yang berasal dari Illinois, kemudian menarik jilbabnya, Abusumayah lalu menelpon polisi, yang akhirnya menangkap Kenney dalam beberapa menit kemudian dan Kenney mendapat tuduhan telah melakukan kejahatan rasial.

Kenney dijadwalkan untuk muncul di pengadilan pada tanggal 3 Desembar nanti dan jika terbukti, dirinya akan dijatuhi hukuman dengan tiga tahun penjara dan denda 25.000 dollar untuk kata-kata kasarnya yang bernada rasialis.

Jaksa telah menjadi semakin tegas dalam menghukum bahkan untuk sebuah kejahatan yang berupa kebencian kecil. Namun beberapa masyarakat di AS berpendapat bahwa hukuman tersebut mungkin terlalu berat.

"Dengar, kalau Kenney melakukan apa yang dia dituduh melakukannya, itu adalah hal buruk yang telah dilakukan, dan jelas hal tersebut kejahatan yang bodoh," kata kolumnis Sun-Times Richard Roeper. "Tapi kalau harus penjara ? Bagaimana dengan permintaan maaf, pengampunan, atau semacam pelayanan masyarakat dan semua orang bergerak didalamnya?"

September lalu, Pew Research Center melaporkan bahwa masyarakat Amerika percaya bahwa Muslim AS menghadapi lebih banyak diskriminasi daripada kelompok agama besar lainnya yang ada di AS.

Tetapi keyakinan mereka tidak dapat dibenarkan sewaktu lembaga tersebut juga menemukan bahwa insiden terhadap umat Islam walaupun meningkat setelah serangan teroris 11 September 2001, namun semakin turun. Pada tahun 2007, dari 1.477 kejahatan berbasis agama, hanya sembilan persen ditujukan untuk umat Muslim AS.

Tetapi bagi banyak umat Islam masih ada alasan untuk khawatir terhadap serangan rasialis.

Christina Abraham, dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), mengatakan bahwa insiden jilbab di Tinley Park adalah "salah satu jenis tindakan kekerasan yang kami khawatirkan terjadi."

"Biasanya setelah insiden seperti Fort Hood, ada kecenderungan tindakan kejahatan rasial terhadap umat Islam semakin meningkat," ia menambahkan.

Kepala Kepolisian Michael O'Connell menambahkan bahwa "kejahatan kebencian rasial seperti yang dituduhkan kepada Kenney telah menyerang martabat manusia Karena terkait dengan keyakinan agama mereka, ras atau orientasi seksual, dan kita tidak mentolerir hal itu di sini."(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang