Mutilasi Gadis Mesir, Juragan Muda Emirat Dihukum Seumur Hidup

Sabtu (5/12) kemarin, Pengadilan Pidana Kairo memutuskan hukuman seumur hidup (25 tahun) kepada seorang juragan kaya asal Emirat, Usamah Muhammad Ibrahim El-Saksak, yang melakukan pembunuhan terhadap seorang gadis Mesir bernama Fatin Ridha Abdurrahman dan memotong mayat korban hingga delapan bagian.
Kasus pembunuhan dengan cara memotong-motong mayat korban atau mutilasi rupanya tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Nun jauh di negeri Ketika Cinta Bertasbih, Mesir, kasus serupa juga terjadi. Karena terbilang sebagai model pembunuhan untuk pertamakalinya, kasus mutilasi ini pun menggemparkan publik Mesir dan negara-negara Arab lainnya.
Peristiwa tersebut berlangsung pada pertengahan Februari silam, di sebuah flat di bilangan Masr El-Gedida atau Heliopolis, Kairo. Tak tanggung-tanggung, El-Saksak membunuh dan memotong-motong mayat Fatin hingga 8 bagian.
Sebagian potongan korban kemudian dibungkus plastik sampah berwarna hitam, lalu dibuang di bak sampah di sekitar flat. Kasus ini terbongkar ketika dua orang petugas kebersihan di kawasan tersebut tengah mengangkut isi sampah di dalam bak dan memindahkannya ke mobil sampah untuk digiling.
Kedua petugas kebersihan itu pun terkejut saat menemukan potongan kepala, betis bagian kiri, dua lengan. Selain potongan tubuh korban, petugas kebersihan itu juga menemukan dua buah pisau dapur berukuran besar yang berlumuran darah, sepatu sport milik pelaku dengan ukuran 43, serta sehelai baju yang juga berlumuran darah.
Kedua petugas kebersihan itu pun segera menghubungi pihak keamanan Mesir. Beberapa petugas intelejen dan polisi pun segera menuju lokasi kejadian dan segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, didapati jika korban bernama Fatin Ridha Abdurrahman dan pelakunya seorang juragan kaya asal Emirat bernama Usamah Muhammad El-Saksak.
Setelah membunuh dan memutilasi korban, pelaku kabur ke Dubai. Meski demikian, upaya penangkapan pelaku dan digelarnya persidangan tetap dilakukan. (L/mht)
Lainnya (Arsip)
- Inggris : Jangan Sebut Islam dengan Fundamentalis
Minggu, 06/12/2009 07:28 WIB - "Gaza 2009" Menangkan Cairo International Film Festival 2009
Sabtu, 05/12/2009 06:26 WIB - Lempari Supporter Kuwait, Indonesia Didenda 100 Juta
Sabtu, 05/12/2009 06:19 WIB - Kisah Pembantaian Terhadap Muslim Rwanda di Filmkan
Sabtu, 05/12/2009 05:07 WIB - Al-Shabaab Bantah Terlibat Pembunuhan Ketiga Menteri Somalia
Jumat, 04/12/2009 16:58 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




