Najibullah Zazi Dituding Berkonspirasi Ledakkan Bom di New York

Pengadilan New York hari Selasa (29/9) waktu setempat menggelar hearing kasus yang melibatkan Najibullah Zazi, imigran asal Afghanistan yang dituduh berkonspirasi dalam rencana serangan bom di AS.
Dengan mengenakan pakaian seragam penjara berwarna oranye dan biru gelap, Zazi nampak tenang mengikuti hearing di pengadilan federal Brooklyn, New York. Pemuda berusia 24 tahun yang berjanggut lebat itu bekerja sebagai supir bis bandara Denver, Colorado sebelum ditangkap bulan September ini dengan tuduhan merencanakan serangan bom di New York bertepatan dengan peringatan 8 tahun peristiwa serangan 11 September.
Hakim Raymond Dearie memerintahkan Zazi ditahan tanpa jaminan setelah tim jaksa penuntut beragurmen bahwa Zazi bisa membahayakan masyarakat jika dibebaskan. Dalam tuntutannya, tim jaksa menyatakan menemukan file berisi petunjuk cara membuat bom di laptop milik Zazi dan Zazi diklaim telah membeli bahan-bahan kimia untuk keperluan kosmetika dalam jumlah besar, yang dicurigai bakal digunakan untuk bahan membuat bahan peledak. Zazi juga disebut-sebut pernah mendapatkan pelatihan membuat bahan peledak di Peshawar, Pakistan.
Pengacara yang mendampingi Zazi, J. Michael Dowling membantah semua tuduhan itu dan menyatakan tidak ada bukti bahwa kliennya melakukan kejahatan. Dowling menilai tuduhan yang dikenakan pada Zazi terlalu terburu-buru. "Dan saya ingin menghentikan ini semua," ujarnya pada para wartawan yang meliput di pengadilan.
Dowling menyatakan, tidak ada bukti bahkan dari isi laptop yang ditemukan bahwa sudah ada tindak kejahatan yang dilakukan Zazi. Dowling juga berargumen bepergian Zazi ke Pakistan "tidak melanggar hukum"
Ia menilai tuduhan konspirasi terhadap Zazi tidak beralasan karena sejauh ini tidak ada orang lain yang dinyatakan bersalah sebagai konspirator selain Zazi. "Saya tidak melihat bukti apapun bahwa Zazi melakukan kesepakatan dengan pihak lain, yang menjadi esensi dari tuduhan konspirasi," tukas Dowling.
"Pemerintah harus menghadirkan orang lain jika ingin mengenakan tuduhan konspirasi. Jika tidak, tuduhan ini batal," sambungnya.
Zazi sendiri dalam hearing menyatakan dirinya tidak bersalah. Tapi Jaksa Penuntut Umum Eric Holder menyatakan investigasi akan tetap dilanjutkan meski pihaknya belum bisa menghadirkan para tersangka lainnya untuk memenuhi syarat tuduhan konspirasi yang diarahkan pada Zazi. (ln/iol/SMH)
Lainnya (Arsip)
- Bisakah Obama Menyatukan Timur Tengah?
Rabu, 30/09/2009 12:07 WIB - Muslim Jerman Tuntut Keadilan dan Persamaan Hak
Rabu, 30/09/2009 10:58 WIB - Inggris Jamu Penjahat Perang Dari Israel, Menuai Protes
Rabu, 30/09/2009 10:17 WIB - Ada Usamah bin Laden dengan Kaos "I Love Guantanamo" di Stasiun Kereta AS
Rabu, 30/09/2009 08:37 WIB - Sutradara Yahudi dan Skandal Seks 30 Tahun Yang Baru Diungkap
Rabu, 30/09/2009 08:05 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




