• Kamis, 22 Ramadhaan 1431/ 2 September 2010
 
 

Narkoba dan Tindak Kriminal Penyebab Utama Tentara AS Bunuh Diri

Militer AS merilis laporan terbaru berjudul " Health Promotion, Risk Reduction, and Suicide Prevention" di Pentagon, Kamis (29/7). Dalam laporan itu disebutnya bahwa penggunaan narkoba dan tindak kriminal menjadi penyebab utama tentara AS melakukan bunuh diri.

Laporan tersebut adalah hasil pengkajian selama satu tahun lebih, untuk mendalami gejala makin meningkatnya jumlah tentara AS yang bunuh diri. Para komandan militer AS menolak pernyataan yang menyebutkan bahwa masalah gangguan mental yang menjadi penyebab utama kasus-kasus bunuh diri di kalangan prajurit AS. Mereka mengatakan, dari catatan kematian prajurit akibat bunuh diri kebanyakan menujukan indikasi bahwa prajurit bersangkutan terlibat tindak kejahatan dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Data militer AS juga menunjukkan bahwa sekira 1.054 prajurit AS yang pernah melakukan sekali atau dua kali tindakan kriminal, masih bertugas aktif di kemiliteran. "Kita tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap perilaku yang beresiko tinggi, karena apa yang sedang kita jalankan sekarang," kata Wakil Kepala Staf Militer AS, Jenderal Peter Chiarelli.

Sepanjang tahun 2009, terjadi 160 kasus bunuh diri di kalangan prajurit AS. Jumlah itu menjadi jumlah tertinggi dari kasus-kasus bunuh diri yang pernah terjadi tahun-tahun sebelumnya. Tingkat bunuh diri tertinggi terjadi pada bulan Juni, dimana terjadi 32 kasus bunuh diri. Itu artinya, sepanjang bulan Juni hampir setiap hari ada prajurit AS yang bunuh diri.

Selain bunuh diri, pada tahun 2009, 146 prajurit AS tewas akibat berbagai sebab, antara lain pembunuhan dan overdosis narkoba. Laporan terbaru militer AS juga menunjukkan bahwa konsumsi pil-pil pereda sakit dan anti-depresi di kalangan tentara AS meningkat tiga kali lipat selama lima tahun belakangan ini.

Financial Times melaporkan, saat ini, tentara-tentara AS yang sedang menjalani pengobatan akibat depresi, kecemasan yang berlebihan dan trauma akibat luka-luka yang dideritanya, mencapai 106.000 tentara. (ln/prtv)

Jumat, 30/07/2010 13:39 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

Realistiskah Target Konversi Bank BUMN Menjadi Syariah?
Realistiskah target untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah? Menjaab pertanyaan tersebut A. Riawan Amin selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi...

BI Dorong UUS Percepat Spin Off
Upaya Bank Indonesia (BI) unttuk mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia  dengan menganjurkan kepada Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mempercepat spin off menjadi...

3 BPD Syariah Terbaik 2010 Versi Majalah Investor
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperoleh penghargaan sebagai UUS Terbaik 2010 dari Majalah Investor. Ketiga BPD Syariah tersebut adalah UUS BPD Aceh d...

Prof Thoby Mutis : Bank Syariah Lebih Banyak Kembangkan Musyarakah Fund!
Prof Thoby Mutis merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari Universitas Trisakti. Saat ini Prof Thoby Mutis merupakan Rektor Universitas Swasta Ternama di Indonesia. Dibawa...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.