Nasib Para Siswi Sekolah Islam di Inggris
.jpg)
Para pendidik Muslim di Inggris prihatin terhadap penutupan sekolah-sekolah Islam yang menyebabkan tidak ada pilihan bagi orang tua Muslim selain mengirim anak-anak mereka sekolah ke luar negeri dengan biaya pendidikan dan kualitas yang rendah.
"Hal ini sangat menyedihkan karena mereka tidak akan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dan hanya beberapa diantara mereka mengakhirinya dengan menikah dan tidak menyelesaikan studi mereka sama sekali," kata Hojjat Ramzy, kepala sekolah pada Iqra Girls 'School di Oxford, salah satu sekolah swasta Islam yang akan menghadapi penutupan.
Banyak orang tua Muslim cenderung untuk mengirim anak-anak mereka ke Pakistan dan Bangladesh untuk menyelesaikan studi mereka.
"Saya suka di sini, saya bisa belajar tentang agama saya dan saya dapat berbicara secara terbuka tentang hal itu, "kata Zainab Rahman, siswa kelas tujuh di Iqra Girls 'School.
"Tapi jika sekolah ini harus ditutup, saya tidak punya tempat untuk pergi sekolah," katanya sambil mengekspresikan rasa takut bahwa orangtuanya akan mengirimnya ke Pakistan untuk belajar dan tinggal bersama keluarganya di sana.
Teman baiknya di kelas telah dikirim ke Pakistan bulan lalu karena orangtuanya tidak mampu membayar biaya sekolah.
"Dia benar-benar tidak punya pilihan lain dan harus pergi ke luar negeri," kata Rahman.
"Saya telah kehilangan kontak dengan dia sejak itu."
Seorang juru bicara Departemen untuk Anak-anak, Sekolah dan Keluarga mengatakan bahwa sekolah-sekolah Muslim telah gagal untuk dapat bergabung ke sektor negara agar mendapatkan semua biaya operasional dari pemerintah.
Namun pejabat sekolah melihat pilihan tersebut tidak bisa dijalankan karena hanya akan memberi pemerintah pengaruh lebih besar terhadap bagaimana sekolah dikelola.
"Mereka ingin tetap mandiri dan sehingga mereka harus mencoba untuk bertahan hidup dengan diri mereka sendiri," kata Mukadhum.
"Kalau mereka tidak mampu melakukannya itu berarti kehilangan besar bagi semua orang tua, guru dan siswa yang terlibat."(fq/iol)
Lainnya (Arsip)
- Muslimah Jerman Ditendang Empat Penyerang
Sabtu, 21/11/2009 09:01 WIB - Misil-Misil AS Kembali Membunuh Warga Sipil Pakistan
Jumat, 20/11/2009 17:02 WIB - Sepak Terjang Kelompok Lobi Israel di Inggris
Jumat, 20/11/2009 15:41 WIB - Pemimpin Sunni Iraq Dihukum Mati
Jumat, 20/11/2009 14:10 WIB - Melawan CIA? Tidak, Miliband!
Jumat, 20/11/2009 13:54 WIB
Dunia
Terkait
- Mendikbud Luxemburg Minta Sekolah Akomodasi Kebutuhan Siswa Siswi Muslim
- Kembali Masjid dan Sekolah Islam di Kota Nigeria Diserang
- Mahasiswa Garis Keras Iran Serbu Kedutaan Inggris di Teheran
- Gedung Parlemen Inggris Tolak Sediakan Daging Halal Untuk Muslim
- Inggris Kembali Kehilangan Tentara di Afghanistan
- Anggota Dewan Yahudi Serukan Bunuh Tahanan Palestina yang Dibebaskan
- Israel Ancam akan Meratakan Sekolah Palestina
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




