NATO Berjanji Kirim 7.000 Tentara ke Afghanistan

Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, menyatakan di Brussel (11/12) bahwa negara-negara anggota bertekad mengirimkan 7.000 pasukan tambahan ke Afghanistan untuk untuk mendukung strategi Presiden Barack Obama dalam perang melawan Taliban.
Rasmussen menyatakan, "25 negara telah berjanji untuk mengirim sekitar tujuh ribu pasukan tambahan untuk mendukung perang di Afghanistan yang dipimpin oleh AS, setelah adanya komitmen Presiden Barack Obama untuk mengirim tambahan 30 ribu pasukan AS. "
Rasmussen mengatakan pada jumpa pers setelah pembicaraan dengan menteri luar negeri NATO, "Negara-negara tersebut akan membuktikan pernyataan mereka. Setidaknya 25 negara akan mengirimkan pasukan tambahan untuk misi tahun 2010."
Ketidakpuasan Pendukung Partai Demokrat
Di sisi lain, sumber-sumber berita AS baru-baru ini menyatakan adanya ketidakpuasan dalam tubuh Partai Demokrat karena ketidakjelasan waktu terakhir penarikan pasukan terkait dengan strategi baru Obama di Afghanistan.

Pengamat luar negeri di Dewan Hubungan Luar Negeri AS, Stephen Biddle, menyatakan "Salah satu bagian kontroversial pidato Obama di Afghanistan ialah ia berjanji bahwa pasukan Amerika akan mulai menarik diri dari mereka pada bulan Juli 2011." Dia menambahkan bahwa Demokrat tidak cukup dengan ide penetpan tanggal penarikan pasukan yang tidak memiliki prospek akhir yang pasti itu."
"Saya meragukan manfaat pengumuman tanggal penarikan, terutama jika anda tidak menentukan apa yang akan terjadi setelah itu. Mereka (pemerintahan Obama) telah memutuskan untuk tidak menentukan proses penarikan dan kapan akhirnya. Ini lebih menunjukkan bahwa jumlah pasukan AS pada Agustus 2011 hanya akan berkurang satu tentara saja. "
Biddle mencatat bahwa penentuan awal penarikan tidak mengungkapkan banyak hal, tapi pada gilirannya akan membantu untuk memberi kesan bahwa Washington tidak menginginkan kehadiran AS di Afghanistan atau di tempat lain dalam waktu yang terlalu lama. Ia juga menjelaskan bahwa tujuan utama penetapan tanggal penarikan ini adalah untuk menjawab kekhawatiran pendukung Partai Demokrat di Washington, sehingga tidak tampak bahwa kehadiran Amerika di Afghanistan akan tetap tanpa batas waktu. "Tapi saya tidak yakin pengumuman ini akan memuaskan pendukung Partai Demokrat." tegas Biddle. (imo/sn/umr)
Lainnya (Arsip)
- Rencana Saudi Bangun Sekolah di Irlandia Picu Kekhawatiran Eropa
Minggu, 13/12/2009 11:21 WIB - Protes Pemerintah, Mahasiswa Iran Posting Gambar Kenakan Jilbab
Minggu, 13/12/2009 07:31 WIB - Aksi Anti Internet para Rabbi Yahudi di Israel
Sabtu, 12/12/2009 06:09 WIB - Ternyata CIA "Berselingkuh" Dengan Pasukan Blackwater
Sabtu, 12/12/2009 05:28 WIB - Amr Mousa: Kandidat Presiden Mesir 2011
Sabtu, 12/12/2009 05:21 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




