Negara-Negara Arab Bersatu Lawan Israel, Mungkinkah?

Senin, 25/01/2010 12:24 WIB | Arsip | Cetak

Pemimpin Suriah, Bashar Assad dan Pemimpin Libya, Muammar Qaddafi menyerukan para pemimpin negara-negara Arab untuk bersatu melawan Israel. Mereka menghimbau negara-negara Arab untuk mengenyampingkan kepentingan masing-masing dan mengedepankan kepentingan bersama, khususnya kepentingan umat Islam.

Hal tersebut ditegaskan kedua pemimpin negara Arab itu saat melakukan pertemuan di ibukota Libya, Tripoli, Minggu (24/1). Assad-Gaddafi dalam pernyataan bersama mereka menegaskan,"Bangsa Arab menghadapi banyak tantangan, khususnya dalam menghadapi penindasan dan blokade yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan serta sikap Israel yang selalu menghambat upaya perdamaian di kawasan."

"Semua negara Arab bertanggungjawab untuk bersama-sama menggalang persatuan dan mengatasi perbedaan yang terjadi di antara negara-negara Arab," demikian pernyataan Assad-Gaddafi.

Pertemuan kedua pemimpin itu berkaitan dengan persiapan pertemuan tingkat tinggi negara-negara Arab yang rencananya bakal digelar di Tripoli bulan Maret mendatang. Baik Assad maupun Gaddafi berharap pertemuan tersebut akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang menjawab berbagai persoalan di dunia Arab dan merespon aspirasi rakyat di negara-negara Arab, khususnya masalah Palestina.

Kantor berita Suriah, Sanaa melaporkan, isu Palestina menjadi topik pembicaraan kedua kepala negara itu dalam pertemuan hari Minggu kemarin, menyangkut kondisi rakyat Palestina dan konflik antara dua faksi besar di Palestina. Keduanya sepakat adanya rekonsiliasi di dalam tubuh Palestina sendiri untuk lebih menguatkan upaya negara-negara Arab dalam menghadapi "kebijakan-kebijakan kejam Israel terhadap rakyat Palestina" termasuk perlunya negara-negara Arab menyatukan langkah untuk bersama-sama menghadapi Israel.

Sejak Perang Arab-Israel tahun 1967 dimana negara-negara Arab berhasil dikalahkan oleh Israel, sikap negara-negara Arab terhadap persoalan Palestina terpecah belah, bahkan cenderung apatis. Mereka tidak belajar dari kekalahan perang yang menjadi salah satu penyebab terpuruknya rakyat Palestina di bawah cengkeraman penjajahan Zionis Israel.

Ketika itu negara-negara Arab-yang terlibat dalam perang itu antara lain, Mesir, Yordania, Suriah, dibantu oleh Irak, Kuwait dan Arab Saudi -disindir atas kekalahannya melawan Israel dengan sindirian "Yahudi bersatu, Arab bertujuh" yang menggambarkan betapa tidak kompaknya negara-negara Arab dalam menghadapi kekuatan rejim Zionis Israel yang menindas umat Islam di Palestina itu. (ln/Ynet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang