Newsweek: Konferensi London Untuk "Membeli" Taliban, Tindakan yang Sia-Sia

Senin, 01/02/2010 08:20 WIB | Arsip | Cetak

Laporan pers AS menggambarkan Konferensi internasional di London terkaita dengan Afghanistan sebagai "praktek yang sia-sia", karena Taliban tidak untuk dijual.

Majalah "Newsweek" mengutip pernyataan Presiden Afghanistan Hamid Karzai bahwa Taliban akan menerima tawaran penyelesaian dengan mereka dan mereka akan membuat kemenangan dalam perang ini.

Newsweek mengejek dengan bahasa satir terkait dengan tawaran untuk "membeli" Taliban dalam konferensi tersebut seharga $ 500 juta dolar dengan mengatakan: "Jika kepemimpinan Taliban dalam semua levelnya ingin hidup makmur dan kaya raya, tentu hal tersebut sudah dilakukan Taliban sejak lama."

"Ide untuk "membeli" Taliban merupakan tindakan yang tidak populer, anda tidak bisa membeli intelektual dan keyakinan agama, karena itu merupakan penghinaan, dan usulan yang muncul di konferensi London untuk "membeli" Taliban tidak akan berhasil memecah belah barisan Taliban," tulis Newsweek.

Newsweek juga menyatakan bahwa para pemimpin Taliban tetap berkomitmen terhadap perjuangan mereka, bahkan dalam kasus ada anggota Taliban yang desersi, maka tidak ada harapan bagi mereka untuk bisa bertahan hidup. Taliban semakin kuat baik di wilayah selatan, timur dan barat hingga ke daerah-daerah sekitar kota Kabul dan hal inilah yang mereka harapkan sejak dahulu - yang mereka perkirakan dapat mereka kuasai 15 hingga 20 tahun, namun mereka mampu melakukannya hanya delapan tahun.

Bahkan para panglima perang Taliban yang telah kembali merebut kekuasaan dalam invasi AS pada tahun 2001 telah menjadi semakin kaya sejak saat itu. Sehingga para pemimpin dari level terendah taliban yang melakukan pengkhianatan terhadap gerakan Taliban, akhirnya harus gigit jari dan menyesal saat ini karena mereka harus tinggal di wilayah miskin dan mengasingkan diri dari kampung mereka, karena takut akan pembalasan dari Taliban.

Pada akhir laporannya Newsweek menyatakan bahwa yang paling penting adalah Taliban meyakini kepemimpinan gerakan yang harmoni, meskipun tidak memiliki kesatuan kepemimpinan individu, para pemimpin Taliban semuanya berjuang dibawah pimpinan tertinggi mereka yaitu Mullah Muhammad Umar yang sering disebut sebagai "Amirul Mukminin."(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang