Newsweek: Konferensi London Untuk "Membeli" Taliban, Tindakan yang Sia-Sia
.jpg)
Laporan pers AS menggambarkan Konferensi internasional di London terkaita dengan Afghanistan sebagai "praktek yang sia-sia", karena Taliban tidak untuk dijual.
Majalah "Newsweek" mengutip pernyataan Presiden Afghanistan Hamid Karzai bahwa Taliban akan menerima tawaran penyelesaian dengan mereka dan mereka akan membuat kemenangan dalam perang ini.
Newsweek mengejek dengan bahasa satir terkait dengan tawaran untuk "membeli" Taliban dalam konferensi tersebut seharga $ 500 juta dolar dengan mengatakan: "Jika kepemimpinan Taliban dalam semua levelnya ingin hidup makmur dan kaya raya, tentu hal tersebut sudah dilakukan Taliban sejak lama."
"Ide untuk "membeli" Taliban merupakan tindakan yang tidak populer, anda tidak bisa membeli intelektual dan keyakinan agama, karena itu merupakan penghinaan, dan usulan yang muncul di konferensi London untuk "membeli" Taliban tidak akan berhasil memecah belah barisan Taliban," tulis Newsweek.
Newsweek juga menyatakan bahwa para pemimpin Taliban tetap berkomitmen terhadap perjuangan mereka, bahkan dalam kasus ada anggota Taliban yang desersi, maka tidak ada harapan bagi mereka untuk bisa bertahan hidup. Taliban semakin kuat baik di wilayah selatan, timur dan barat hingga ke daerah-daerah sekitar kota Kabul dan hal inilah yang mereka harapkan sejak dahulu - yang mereka perkirakan dapat mereka kuasai 15 hingga 20 tahun, namun mereka mampu melakukannya hanya delapan tahun.
Bahkan para panglima perang Taliban yang telah kembali merebut kekuasaan dalam invasi AS pada tahun 2001 telah menjadi semakin kaya sejak saat itu. Sehingga para pemimpin dari level terendah taliban yang melakukan pengkhianatan terhadap gerakan Taliban, akhirnya harus gigit jari dan menyesal saat ini karena mereka harus tinggal di wilayah miskin dan mengasingkan diri dari kampung mereka, karena takut akan pembalasan dari Taliban.
Pada akhir laporannya Newsweek menyatakan bahwa yang paling penting adalah Taliban meyakini kepemimpinan gerakan yang harmoni, meskipun tidak memiliki kesatuan kepemimpinan individu, para pemimpin Taliban semuanya berjuang dibawah pimpinan tertinggi mereka yaitu Mullah Muhammad Umar yang sering disebut sebagai "Amirul Mukminin."(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Erdogan: Kami Akan Terus Mengekspos Kejahatan Israel
Senin, 01/02/2010 08:00 WIB - Ulama Sudan: Pilihlah Presiden yang Paling Dekat Kepada Allah
Minggu, 31/01/2010 14:14 WIB - Situs Israel: Pembunuh Tokoh Hamas di Dubai adalah Mossad
Minggu, 31/01/2010 09:37 WIB - Dukung Larangan Cadar, Imam Masjid Perancis Diusir oleh Jamaah
Minggu, 31/01/2010 09:13 WIB - Israel Kembangkan Satelit Kecil Untuk Mata-Matai Negara Arab
Sabtu, 30/01/2010 05:35 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




