NIC: Hegemoni AS akan Berakhir, India dan China Jadi Kekuatan Baru

Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini adalah awal dari berakhirnya dominasi mata uang dollar AS sebagai "mata uang tunggal" dunia dan pertanda akan berakhirnya dominasi politik dan ekonomi negara AS. Tahun 2025, AS bukan lagi satu-satunya negara adidaya karena ada China dan India yang akan menjadi pesaingnya dan saling memperebutkan pengaruh antar bangsa-bangsa di dunia.
Itulah kesimpulan laporan National Intelligence Council (NIC) yang bertajuk Global Trends 2025 yang dirilis Kamis (20/11). Dalam keterangan persnya di Washington DC, Deputi Direktur NIC Thomas Fingar mengatakan, di masa depan kutub-kutub kekuasaan akan terbagi ke sejumlah negara di dunia dan tidak lagi terpusat pada AS. Negara-negara seperti Turki, Iran dan Indonesia menurut laporan NIC, juga akan menjadi negara-negara yang berpengaruh. Kecuali Rusia, yang menurut laporan itu, tidak jelas masa depannya.
NIC juga menyebutkan dunia akan menghadapi lebih banyak konflik karena makin berkurangnya sumber-sumber daya seperti makanan dan air serta masih menghadapi ancaman dari negara-negara yang menerapkan kebijakan kekerasan dan kelompok-kelompok teroris. Akses untuk memiliki senjata nuklir, menurut NIC, juga makin terbuka.
"Makin tajamnya gap antara tingkat kelahiran, ratio orang-orang kaya dan orang-orang miskin dan tak terhindarkannya dampak perubahan iklim akan memperburuk konflik yang akan terjadi," kata Fingar.
NIC tidak menjelaskan mengapa hegemoni AS baru akan berakhir pada tahun 2025. Dalam laporannya, NIC malah memojokkan program nuklir negara Iran. "Dalam masa 15-20 ke depan, reaksi atas penegasan Iran untuk terus melanjutkan program nuklirnya akan mendorong negara-negara di kawasan ikut mengintensifkan program nuklir mereka dan akan mempertimbangkan untuk memiliki senjata nuklir," demikian laporan NIC. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Tak Cukup Bukti, Hakim Perintahkan Pembebasan Lima Tahanan Guantanamo
Jumat, 21/11/2008 12:21 WIB - AS Rayu Negara Teluk, Minta Bantuan 300 Milyar Dollar
Jumat, 21/11/2008 11:25 WIB - Aktivis Anti-Perang Skeptis Obama Komitmen pada Perdamaian
Jumat, 21/11/2008 10:03 WIB - Pakistan, Aghanistan dan AS Diam-Diam Berkolaborasi Gelar Operasi Lion Heart
Kamis, 20/11/2008 17:13 WIB - CAIR: Al-Qaida Tak Wakili Suara Umat Islam
Kamis, 20/11/2008 15:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




