Nobel, Dari Yahudi Ke Yahudi

Penghargaan Nobel, yang selama ini dianggap sebagai pencapaian bergengsi bagi individu di dunia internasional, telah diumumkan. Herta Mueller, Herta Mueller, seorang penulis Jerman kelahiran Rumania yang menghasilkan karya-karya perjuangan kebebasan berbicara, memenangkan hadiah Nobel 2009 untuk sastra pada hari Kamis (8/10).
Nobel juri di Akademi Swedia menyebut Mueller, 56, sebagai seorang penulis yang "dengan konsentrasi puisi dan keterusterangan prosa, menggambarkan kehidupan kaum miskin."
Mueller lahir di Rumania yang wilayahnya menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa sehari-hari. Ia melarikan diri dari negara itu dua tahun sebelum jatuhnya Tembok Berlin pada tahun 1989. Dia telah menjadi calon kuat untuk penghargaan Nobel.
Kehidupan sehari-hari yang suram di bawah rejim Ceausescu dan perlakuan kasar pemerintah Rumania menjadi ciri kuat dalam karya-karyanya. Korupsi, intoleransi dan represi juga menjadi tema-tema utama dalam tulisannya.
Mueller lahir pada 17 Agustus 1953 di barat Rumania pada tahun 1953. Ayahnya di SS Nazi selama Perang Dunia II dan komunis Rumania ibunya dideportasi ke kamp kerja paksa di Ukraina Uni Soviet setelah perang. Mueller dipecat dari pekerjaan pertamanya sebagai penerjemah di tahun 1970-an setelah menolak bekerja polisi rahasia Ceausescu.
Menurut toodoc.com, Mueller tadinya adalah seorang Yahudi, sebelum hengkang ke Jerman. Jadi, yeah tidak heran, jika lagi-lagi Nobel—seperti juga Oscar di dunia film—tidak jauh-jauh dari Yahudi-Yahudi juga. (sa/aby)
Lainnya (Arsip)
- Ramai-Ramai Mengecam Syeikh Tantawi
Jumat, 09/10/2009 08:07 WIB - Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat Bahas Masalah Al-Aqsha
Jumat, 09/10/2009 08:04 WIB - Beginilah Jeritan Hati Prajurit AS di Afghanistan
Kamis, 08/10/2009 17:49 WIB - Holocaust Akan Diajarkan Ke Siswa Sekolah di Gaza
Kamis, 08/10/2009 17:05 WIB - Ditangkap dan Disiksa, Imam Abu Omar Tuntut Ganti Rugi 14 Juta Dollar
Kamis, 08/10/2009 15:09 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




