Novelis Gila Mesir: Jilbab Tidak Berdasar dari Quran dan Sunnah

Rabu, 09/06/2010 10:37 WIB | Arsip | Cetak

Satu lagi orang keblinger yang kepingin melaksanakan pepatah nyeleneh Arab, "Kalau mau terkenal kencingilah sumur Zam-zam".

Seorang novelis Mesir bernama Muhammad Safaa Amir mengatakan bahwa jilbab hanyalah tradisi dari suku pedalaman Arab yaitu suku Badui dan menegaskan bahwa busana yang menutup aurat tersebut tidak ada dasarnya di dalam Al-Quran dan As Sunnah.

Muhammad Safaa Amir menyampaikan pendapat nyelenehnya itu disebuah simposium organisasi yahudi yang berkedok sosial kemanusiaan Rotary Club, meskipun dirinya sendiri memahami dan mengetahui bahwa banyak perempuan di negaranya Mesir yang mengenakan pakaian menutup aurat bahkan mengenakan cadar untuk menjaga kesucian tubuhnya, namun ia merasa tidak ada masalah dengan pendapatnya itu.

Mengutip pernyataan yang konon berasal dari Syaikh Muhammad Abu Zahra, seorang ulama kontemporer sejaman dengan Syaikh Muhammad Syaltut mantan rektor Al-Azhar, Amir mengatakan bahwa Syaikh Muhamamd Abu Zahra tidak pernah meminta gadis atau wanita untuk mengenakan jilbab.

Sebelumnya, sebuah laporan yang disiarkan oleh kanal televisi Mesir yang berbahasa Perancis-Arab , menyatakan bahwa sekitar 8o persen wanita Mesir mengenakan jilbab, bahkan sekitar 20 persennya mengenakan cadar yang menutup wajah baik di sekolah maupun di universitas.

Novelis Mesir ini menyatakan juga bahwa pemikirannya itu telah diadopsi oleh sebagian kalangan di Mesir kecuali yang berpaham Wahabbi. Ia mengatakan: "Pemikiran Wahabbi telah berhasil menembus Al-Azhar, lembaga keagamaan yang besar di Mesir, sangat disayangkan saat ini Al-Azhar dijalankan oleh pemikiran Wahabbi ini, tidak seperti di era tahun 60-an dulu."(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang