Obama Desak Libanon Lucuti Persenjataan Hizbullah

Presiden AS Barack Obama menekan pemerintah Libanon untuk menghentikan pasokan senjata bagi para pejuang Hizbullah, karena senjata-senjata Hizbullah berpotensi menimbulkan ancaman bagi Israel.
Obama menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Presiden Libanon, Michael Suleiman di Gedung Putih. Pada Suleiman, Obama mengatakan meski Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi yang melarang pengiriman senjata untuk Hizbullah, Libanon harus lebih banyak melakukan upaya pencegahan penyelundupan senjata ke negaranya yang jatuh ke tangan kelompok perlawanan seperti Hizbullah.
AS dan Israel menuding Iran menjadi pemasok utama persenjataan bagi Hizbullah. Bulan November kemarin, Israel mengklaim angkatan lautnya berhasil menangkap sebuah kapal yang membawa berton-ton persenjataan dari Iran yang akan dikirim ke kelompok Hizbullah. Namun Hizbullah membantah klaim Israel itu.
Sementara, Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang mengakhiri perang Israel-Hizbullah (Libanon) pada tahun 2006, menyatakan melarang semua bentuk pengiriman senjata resmi yang melintasi jalur Sungai Litani dan Garis Biru, perbatasan antara Israel-Libanon yang berada di bawah pengawasan PBB.
Selama ini, Israel menuding pasukan perdamaian PBB, UNIFIL yang ditugaskan di perbatasan Libanon selatan tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikan penyelundupan senjata yang jatuh ke tangan kelompok Hizbullah. Tapi pihak UNIFIL menyatakan bahwa masalah penyelundupan senjata adalah tanggung jawab pemerintah Libanon.
Dalam pertemuan dengan Presiden Libanon, Obama berjanji akan membantu Libanon memperkuat angkatan bersenjatanya asalkan Libanon bisa memberikan jaminan bahwa resolusi PBB dilaksanakan secara penuh terutama yang terkait dengan masalah penyelundupan senjata. Sejak tahun 2006, militer Israel memberikan bantuan senilai lebih dari 400 juta dollar pada militer Libanon dan rencananya akan memberikan bantuan berupa senjata artileri, tank dan pesawat-pesawat tanpa awak.
"Presiden Suleiman sudah menyatakan keprihatinannya soal Israel. Dan saya menekankan keprihatinan AS soal maraknya penyelundupan senjata ke Libanon yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi Israel," kata Obama.
Michael Suleiman adalah presiden Libanon yang mendapat dukungan dari negara-negara Barat. Pada Obama, ia juga menyampaikan ancaman-ancaman yang ditimbulkan oleh Israel terhadap Libanon dan mendesak Obama untuk menekan Israel agar segera menarik pasukannya dari wilayah Pertanian Sheeba.
Israel kerap melanggar batas wilayah udara Libanon dan membiarkan pesawat-pesawat tempurnya masuk ke wilayah udara Libanon dengan dalih untuk memantau persenjataan dan gerakan pasukan Hizbullah. (ln/hrz)
Lainnya (Arsip)
- Anugerah "Islamic Personality Award" untuk Qaradawi
Selasa, 15/12/2009 10:59 WIB - Strategi Baru Pakistan: "Cuci Otak" Tahanan Pejuang Taliban
Selasa, 15/12/2009 10:13 WIB - Mantan Menlu Israel Tak Berani Datang ke Inggris
Selasa, 15/12/2009 09:51 WIB - Apa Yang Dilakukan Oleh Tentara Amerika Di Masjid Khulafah Rasyid, Fallujah?
Selasa, 15/12/2009 06:03 WIB - Alkohol Yang Membelah Iraq
Selasa, 15/12/2009 05:40 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




