Obama Menunda Pemindahan Kedutaan AS Dari Tel Aviv ke Yerusalem
.jpg)
Presiden AS Barack Obama menunda pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah ini sebagai upaya untuk memudahkan negosiasi dengan fihak Palestina, yang ingin menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina.
Sebelumnya, pemerintah Israel telah melakukan tekanan terhadap negara-negara yang memiliki perwakilan di Israel, agar memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah ini secara de facto dan de jure, Israel ingin mendapatkan dukungan dan pengakuan bahwa Yerusalem ini adalah merupakan bagian dari negara Israel yang tak terpisahkan.
Sekarang menyusul adanya sikap dari kalangan Otoritas Palestina, yang ingin mendeklarasikan negara Palestina, secara unilateral (sepihak), tanpa menunggu persetujuand dari Israel. Dan, menjadi Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina. Sementara, negara-negara Uni Eropa, berdasarkan draft yang dibuat Menlu Swedia, menyetujui Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina.
Tahun 1995, Amerika Serikat mengakui hukum Israel, yang menyatakan bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel, dan memerintahkan agar kedutaan Amerika yang ada di Tel Aviv dipindahkan ke Yerusalem. Namun, Presiden Obama, menunda pemindahan kedutaan Amerka itu, sampai enam bulan berikutnya. Hal ini menyangktu masalah keamanan, yang sekarang situasi sangat serius, akibat langkah-langkah Israel yang terus membangun pemukiman baru di Tepi Barat dan Yerusalem. Serta berusaha melakukan yahudisasi wilayah Arab, yang berada di Tepi Barat dan Yerusalem.
Presiden Barack Obama memerintahkan Menlu Hillary Clinton untuk menunda pemindahan kedutaan Amerika ke Yerusalem. (m/hrtz)
.
Lainnya (Arsip)
- Uni Eropa Rahasiakan Laporan Ekspansi Israel di Yerusalem Timur
Jumat, 04/12/2009 09:53 WIB - Sutradara Jerman-Turki: Saya Boikot Swiss
Jumat, 04/12/2009 09:25 WIB - Tiga Orang Menteri Tewas di Somalia
Jumat, 04/12/2009 09:10 WIB - Kardinal Katholik: Kaum Gay Tidak Akan Masuk Surga!
Jumat, 04/12/2009 08:58 WIB - Johnson, Gorbachev, dan Obama
Jumat, 04/12/2009 07:10 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




