Obama Naik Jadi Presiden, Rasisme di AS Meningkat
Pertama kalinya dalam sejarah AS, seorang presiden berkulit gelap terpilih pada pemilu Paman Sam akhir 2008 silam. Barack Hussein Obama bahkan dianggap mempunyai kelebihan lain oleh masyarakat AS, yaitu sanggup membawa perubahan buat AS terutama dalam kondisi genting siaga satu akan resesi ekonomi.
Sebelumnya, presiden AS selalu berasal dari kalangan mereka yang berkulit putih, dan selain John F. Kennedy, tidak pernah ada lagi presiden AS yang dielu-elukan sedemikian rupa dan disambut seluruh penjuru negeri. Maka tidak heran jika Obama mampu mendobrak semua itu. Kemenangan Obama diklaim sebagai runtuhnya rasisme di AS.
Ironisnya, sejak Obama menjadi presiden, sikap rasisme warga AS terhadap warga kulit hitam di negeri itu justru meningkat pesat. Tercatat dalam beberapa bulan belakangan sejak Obama maju dalam pemilihan presiden AS, kasus rasisme besar sudah terjadi sebanyak 15 kali. Kasus ini menjadi besar dan istimewa karena menunjukan benang merah yang hampir sama, yaitu tidak dilakukan oleh individu, tetapi beruntun diusung oleh sekelompok orang yang jumlahnya cukup banyak di suatu negara bagian AS. Yang paling terbaru adalah di Texas. Sebelumnya di kota-kota lainnya juga. TIngkat rasisme yang paling parah terjadi di Chicago dan Milwaukee. Di kota terakhir, bahkan rasisme tidak hanya dilakukan kepada orang kulit hitam, tetapi juga kepada mereka yang tidak berasal dari AS, alias imigran.
Menjelang kekuasaan George Bush berakhir, sebenarnya rasisme di AS seakan mereda. Sebelumnya, AS memang tak pernah henti akan rasisme ini, khususnya warga kulit hitam. Bahkan sepuluh tahun yang lalu ketika AS sudah megnklaim menjadi negara paling modern, beberapa negara bagian tetap tidak memberikan kepada warga kulit hitam akses ke tempat umum, warga kulit hitam mendapat pendidikan di sekolah-sekolah yang kurang baik, dan sangat sulit bagi mereka untuk memberikan suara dalam pemilihan. Sistem segregasi, atau pemisahan ras, sering ditegakkan dengan kekerasan.
Kini, aksi rasisme warga kulit putih terhadap kulit hitam AS ditengarai sebagai bentuk kekecewaan mereka yang mendalam terhadap Obama yang mereka anggap sama saja dengan presiden AS sebelumnya. (sa/ct)
Lainnya (Arsip)
- Pakar AS: Agresi Israel ke Iran Makin Dekat
Kamis, 05/03/2009 14:12 WIB - Graffiti Islami Ala Barat
Kamis, 05/03/2009 12:01 WIB - Gamal Mubarak Berkunjung ke AS, Aktivis Ikhwanul Muslimin Ditangkapi
Kamis, 05/03/2009 11:59 WIB - Penulis Israel Minta Hentikan Penggusuran Rumah Warga Palestina
Kamis, 05/03/2009 10:02 WIB - Keputusan ICC Menangkap Presiden Sudan Ditolak
Kamis, 05/03/2009 08:31 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




