Obama Lindungi Pelaku Penyiksaan

Jumat, 11/12/2009 14:56 WIB | Arsip | Cetak

Dibawah pemerintahan Presiden Barack Obama, penegakkan hukum di AS tidak mengalami kemajuan karena gagal menjerat para pelaku kejahatan HAM ke pengadilan.

Menurut organisasi HAM di AS, American Civil Liberties Union (ACLU) Presiden Obama sudah menjadi kepanjangan tangan pendahulunya, Presiden Bush karena telah membiarkan kebijakan dengan menggunakan kekerasan terus terjadi di negara yang selalu mengklaim menghormati HAM itu.

"Pemerintahan Bush membangun kerangka hukum yang menjadi pembenaran berbagai tindak penyiksaan yang dilakukan aparat AS, dan sekarang pemerintahan AS membangun kekebalan hukum bagi pelaku penyiksaan," kata Jameel Jaffer, direktur Proyek Keamanan Nasional ACLU.

Jaffer mengaku frustasi melihat sikap pemerintahan Obama yang cuma bisa beretorika soal pertanggungjawaban hukum tapi tidak pernah ada realisasinya. Pada bulan April lalu misalnya, Obama mengatakan bahwa interogator CIA yang melakukan teknik waterboarding (salah satu teknik penyiksaan) terhadap para tersangka "teroris" akan diproses secara hukum. Tapi, alih-alih mengadili pelakunya, Obama malah merilis memo yang dibuat pada era pemerintahan Bush yang menyebutkan bahwa waterboarding tidak termasuk katagoro penyiksaan.

"Di setiap front, pemerintahan Obama secara aktif menghalang-halangi proses akuntabilitas dengan melindungi para pejabat di masa pemerintahan Bush dari proses hukum, investigasi dan pemeriksaan publik atas keterlibatan mereka dalam kasus-kasus penyiksaan," papar Jaffer.

Lebih lanjut, pengacara di ACLU, Ben Wizner mengatakan, sampai menjelang akhir tahun 2009 ini, belum satu orang pun korban penyiksaan yang kasusnya dibawa ke pengadilan oleh pemerintahan Obama, meski sudah banyak bukti-bukti yang menunjukkan keterlibatan pejabat tinggi pemerintah dan militer AS dalam kasus-kasus pelanggaran HAM itu. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang