OKI Desak Negara-Negara Islam Gunakan Kalender Hijriah

Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) mendesak negara-negara anggotanya untuk menggunakan kalender Hijriah dalam rangka persatuan umat Islam dunia dan ia menganggap hal itu perlu bagi umat Islam sedunia.
Sekretaris Jendral OKI - Ekmeleddin Ihsanoglu menekankan pentingnya negara-negara Muslim anggota OKI menggunakan satu kalender patokan untuk mempersatukan umat Islam yaitu kalender Hijriah bukan kalender masehi.
Ihsanoglu mengatakan "langkah seperti ini sudah menjadi kebutuhan bagi kepentingan umat Islam secara umum, khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan waktu yang menunjukkan simbol-simbol keagamaan dan segala sesuatu yang menjadi hari-hari besar umat Islam."
OKI juga mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa mereka akan mengadakan simposium bersama untuk penyatuan penggunaan kalender Hijriah bekerjasama dengan Akademi Fiqh Islam Internasional dan kementrian urusan Keagamaan Tunisia.
Ihsanoglu menyatakan bahwa "tidak ada lagi alasan bagi umat Islam menjadikan tidak-ketersediaan bahan-bahan ilmiah dan teknis sebagai alasan untuk tidak dapat bersatunya hari-hari besar Islam terutama sewaktu penentuan ramadhan, Idul fitri dll.
Sekretaris Jendral OKI menambahkan "kegagalan" untuk menangani masalah ini menciptakan situasi yang memalukan bagi kalangan umat Islam sendiri .
Dia juga mengatakan bahwa persoalan mengadopsi penyatuan kalender Islam tetap memiliki subjek dari kepentingan pribadi dan banyak studi mencakup untuk periode yang panjang.
OKI sendiri adalah organisasi terbesar kedua dari organisasi antar pemerintah yang mana memiliki anggota 57 negara yang tersebar di empat benua.(fq/wb)
Lainnya (Arsip)
- Aksi Anarkis Hadapi Kemenangan Ahmadinejad
Senin, 15/06/2009 09:02 WIB - Al Azhar: Tidak ada Kata Dialog untuk Vatikan dan Yahudi
Senin, 15/06/2009 08:17 WIB - Kelompok Islam Somalia Larang Penduduk Menonton DVD dan Film
Minggu, 14/06/2009 15:50 WIB - Ethiopia Bantah Kirim Kembali Tentara ke Somalia
Minggu, 14/06/2009 15:49 WIB - Syaikh Fathi Yakan, Ulama Pergerakan Terkenal Telah Wafat
Minggu, 14/06/2009 06:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




