OKI Himbau Masyarakat Jerman Tolak Kongres Anti-Islam

Senin, 11/08/2008 09:38 WIB | Arsip | Cetak

Organisasi Konferensi Islam (OKI) mendesak semua lapisan masyarakat di Jerman menentang rencana pelaksanaan konferensi anti-Islam yang akan digelar di negara itu bulan September mendatang. OKI menyatakan keprihatinannya yang mendalam tentang rencana pelaksanaan konferensi yang bertajuk "Anti-Islamization Congress" tersebut.

Keprihatinan OKI disampaikan dalam pernyataan resminya yang dirilis Sabtu (9/8).OKI menyatakan bahwa kongres itu bertujuan untuk memicu sentimen anti-Muslim di Eropa. "Motivasinya adalah rasa kebencian, " tegas OKI.

"Anti-Islamization Congress" akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 September di Cologne-kota keempat terbesar di Jerman. Kongres itu diorganisir oleh organisasi kanan jauh Pro Koeln-yang memiliki lima wakil di Dewan Kota Cologne sejak tahun 2004-dan partai politiknya Pro NRW. Mereka akan mengundang kelompok-kelompok kiri jauh dan sejumlah tokoh politik Eropa antara lain Jean-Marie Le Pen dari Prancis, Heinz-Christian Strache dari Austria dan Filip Dewinter dari Belgia.

Pro Koeln adalah salah satu kelompok yang menggagas kampanye anti pembangunan masjid di Cologne, kota di Jerman di mana terdapat sekitar 120.000 warga Muslim. Sebagian anggota Pro Koeln juga aktivis yang diidentikan dengan gerakan neo-NAZI. Kelompok ini menjadi salah satu kelompok yang diawasi oleh badan intelejen Jerman karena aktivitasnya melakukan genarisasi dan kerap melontarkan fitnah terhadap warga minoritas di Jerman, utamanya Muslim.

Dalam pernyataannya, OKI mengingatkan masyarakat Jerman bahwa kongres anti-Islam akan merusak hubungan yang harmonis antara para penganut agama yang berbeda di Jerman. "Kongres itu berpotensi menimbulkan ancaman terhadap hubungan yang damai dan harmonis di tengah masyarakat, " kata OKI.

Oleh sebab itu, OKI yang beranggotakan 57 negara Muslim menyerukan agar seluruh masyarakat Jerman menentang pelaksanaan kongres tersebut. "OKI berharap semua lapisan masyarakat di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya dengan keras menentang pelaksanaan 'Anti-Islamization Congress" dan menolak segala bentuk kampanye bernuansa rasis dan kebencian, " tegas OKI.

Beberapa organisasi di Jerman sudah menyatakan penolakannya dan kecamannya atas rencana kongres itu dan menggelar kampanye boikot atas kongres anti-Islam tersebut lewat situs internet http://www.hingesetzt.mobi/cmsurging. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang