Operasi Dimulai, AS Kerahkan Kekuatan Penuh ke Kandahar

Jumat, 19/03/2010 13:01 WIB | Arsip | Cetak

Setelah menggelar Operasi Mustarak di Provinsi Helmand, kota Kandahar yang terletak di selatan Afghanistan menjadi target operasi pasukan AS berikutnya. Komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal mengatakan operasi yang dilakukan meliputi operasi non-militer dan operasi militer untuk mengamankan jalan-jalan utama dan distrik-distrik di Kandahar, kota kedua terbesar di Afghanistan.

"Kandahar sudah dibentuk sedemikian rupa. Apa yang akan Anda lihat dalam beberapa bulan ke depan adalah berbagai aktivitas untuk membentuk sebuah hubungan politik di dalam dan di sekitar kota Kandahar. Jika Anda menguasai wilayah di sekitar Kandahar, Anda akan dengan mudah mengendalikan kota ini," kata McChrystal.

Dalam operasinya, militer AS akan bekerjasama dengan polisi Kandahar dan mengerahkankan pasukannya ke sekeliling kota. AS berharap operasi itu bisa memukul mundur pasukan Taliban agar pemerintahan lokal bisa kembali mengontrol kota itu. McChrystal tidak memberri batas waktu operasi tersebut. Dalam pernyataan pekan kemarin di Kabul, ia hanya mengatakan bahwa pasukan akan dikerahkan dengan kekuatan penuh untuk operasi di Kandahar.

AS menjadikan Kandahar sebagai salah satu target operasi militernya karena kota itu menjadi basis Taliban sejak rezim Taliban berhasil ditumbangkan oleh invasi AS ke Afghanistan tahun 2001. AS mulai memfokuskan operasinya ke Kandahar setelah mengklaim sukses menggelar operasi Mustarak di Provinsi Helmand, operasi yang juga didisain untuk membersihkan kota Marjah di Helmand dari militan Taliban.

Laporan Al-Jazeera menyebutkan, pasukan AS sudah melakukan serangan awal ke sekitar kota Kandahar untuk membuka jalan bagi serangan-serangan lainnya dalam beberapa minggu mendatang.

Operasi-operasi masif yang dilakukan pasukan AS di Afghanistan adalah bagian dari strategi pemerintahan Presiden Barack, dengan dalih agar AS bisa segera mengakhiri perang di Negeri Para Mullah jika basis-basis Taliban sudah dihancurkan. Tapi kenyataannya, alih-alih ingin membersihkan Taliban, pasukan AS malah menghadapi perlawanan keras dari Taliban. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang