Opium di Afghanistan? Tanyalah Pada Pasukan Asing, Bukan Taliban!

Jumat, 06/11/2009 13:19 WIB | Arsip | Cetak


Menteri di Afghanistan yang bertugas menangani masalah narkotika mengatakan bahwa pasukan koalisi asing memperoleh keuntungan dari produksi opium di Afghanistan. Khodaidad mengatakan bahwa sebagian besar obat ilegal bersumber dari dua provinsi yang berada di bawah kendali pasukan asing dari Amerika, Inggris dan Kanada, begitu laporan IRNA melaporkan pada akhir bulan Oktober lalu.

Dia mengatakan bahwa NATO mengambil pajak dari produksi opium di sejumlah wilayah yang berada di bawah kendali mereka. Saat ini, Afghanistan merupakan pemasok opium terbesar di dunia. Produksi obat terlarang di Asia Tengah terus tumbuh pesat sejak invasi yang dipimpin oleh Amerika delapan tahun lalu.

Laporan yang baru dikeluarkan oleh PBB mengatakan bahwa candu Afghanistan memiliki dampak buruk di dunia, membunuh ribuan penggunanya di banyak negara.

Sementara itu, The New York Times melaporkan pada hari Rabu bahwa Ahmad Wali Karzai, saudara kandung dari presiden Afghanistan Hamid Karzai, terlibat dalam perdagangan opium dan dia juga merupakan seorang “dermawan” CIA. Dalam kasus ini, ramai-ramain media Barat menuduh bahwa Taliban mendapatkan pendapatan mereka dari perdagangan obat bius Afghanistan.

Bahkan sebenarnya, kebenaran dari masalah ini adalah Taliban berperan besar dalam melaksanakan program pemberantasan narkoba yang berhasil dilaksanakan pada tahun 2000-2001, dengan dukungan dan kerjasama dari PBB. Program pemberantasan narkoba Taliban menyebabkan penurunan 94 persen budidaya opium.

Pada tahun 2001, menurut angka PBB, produksi opium telah jatuh hingga 185 ton. Segera setelah Oktober 2001 invasi pimpinan AS, produksi meningkat secara dramatis, kembali melebihi tingkat historisnya. (sa/alqimmah)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang