Otoritas Islam Mesir Bolehkan Perempuan Kenakan Celana Panjang

Kamis, 17/09/2009 14:56 WIB | Arsip | Cetak

Otoritas Islam tertinggi Islam Mesir membela hak-hak perempuan untuk mengenakan celana panjang di depan umum - menyusul kasus keputusan pengadilan tinggi di negara tetangga Sudan yang memutuskan hukuman terhadap perempuan untuk dicambuk karena berpakaian dengan mengenakan celana panjang, seperti laporan dari pers lokal pada hari Rabu kemarin.

Grand Mufti Ali Gomaa mengatakan dalam menanggapi sebuah pertanyaan selama berlangsungnya kuliah umum - bahwa celana yang menutupi tubuh perempuan diperbolehkan, meskipun mereka harus longgar dan tidak mencetak bentuk tubuh. Dia menegaskan bahwa celana panjang yang ketat tidak dapat diterima.

Gomaa menggambarkan pertanyaan tersebut sebagai pertanyaan yang "aneh dan lucu" dan dirinya tersenyum ketika menjawab. Syaikh Ali Gooma sendiri merupakan pimpinan dari otoritas keagamaan Islam Mesir dan ditunjuk oleh pemerintah.

Pengadilan Sudan memutuskan hukuman cambuk terhadap 10 wanita karena mengenakan celana panjang. Seorang wanita yang juga jurnalis, Lubna Hussein memperdebatkan hukuman tersebut dan meminta hanya dikenakan denda atas tindakannya melakukan perbuatan "tidak senonoh" - yang menjadikan kasus dirinya menjadi perhatian dunia internasional.

Sejak ditahan pada bulan Juli, kasus Lubna Hussein telah menarik perhatian internasional atas Hukum/UU Sudan terkait "ketidaksenonohan" , yang memungkinkan cambukan sebagai hukuman atas setiap tindakan atau pakaian yang dianggap menyinggung moral. Hukum tersebut mengikuti penafsiran yang ketat terhadap hukum Islam. Lembaga-lembaga HAM mengkritik hukum tersebut sebagai hukum yang samar.

Mesir juga memiliki hukum "ketidaksenonohan" yang diterapkan secara samar-samar namun dapat diterapkan secara luas, tetapi perempuan Mesir lebih diberi sedikit kelonggaran dalam cara berpakaian mereka. Tidak seperti Sudan, tidak ada polisi moral yang dipercayakan untuk penerapan hukum tersebut.

Sementara itu sebagian besar perempuan Mesir mengenakan jilbab dan memakai jubah panjang longgar, gaun gaya Barat, termasuk celana panjang, merupakan pemandangan yang sangat umum.(fq/sunsentinel)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang