Otoritas Islam Mesir Bolehkan Perempuan Kenakan Celana Panjang

Otoritas Islam tertinggi Islam Mesir membela hak-hak perempuan untuk mengenakan celana panjang di depan umum - menyusul kasus keputusan pengadilan tinggi di negara tetangga Sudan yang memutuskan hukuman terhadap perempuan untuk dicambuk karena berpakaian dengan mengenakan celana panjang, seperti laporan dari pers lokal pada hari Rabu kemarin.
Grand Mufti Ali Gomaa mengatakan dalam menanggapi sebuah pertanyaan selama berlangsungnya kuliah umum - bahwa celana yang menutupi tubuh perempuan diperbolehkan, meskipun mereka harus longgar dan tidak mencetak bentuk tubuh. Dia menegaskan bahwa celana panjang yang ketat tidak dapat diterima.
Gomaa menggambarkan pertanyaan tersebut sebagai pertanyaan yang "aneh dan lucu" dan dirinya tersenyum ketika menjawab. Syaikh Ali Gooma sendiri merupakan pimpinan dari otoritas keagamaan Islam Mesir dan ditunjuk oleh pemerintah.
Pengadilan Sudan memutuskan hukuman cambuk terhadap 10 wanita karena mengenakan celana panjang. Seorang wanita yang juga jurnalis, Lubna Hussein memperdebatkan hukuman tersebut dan meminta hanya dikenakan denda atas tindakannya melakukan perbuatan "tidak senonoh" - yang menjadikan kasus dirinya menjadi perhatian dunia internasional.
Sejak ditahan pada bulan Juli, kasus Lubna Hussein telah menarik perhatian internasional atas Hukum/UU Sudan terkait "ketidaksenonohan" , yang memungkinkan cambukan sebagai hukuman atas setiap tindakan atau pakaian yang dianggap menyinggung moral. Hukum tersebut mengikuti penafsiran yang ketat terhadap hukum Islam. Lembaga-lembaga HAM mengkritik hukum tersebut sebagai hukum yang samar.
Mesir juga memiliki hukum "ketidaksenonohan" yang diterapkan secara samar-samar namun dapat diterapkan secara luas, tetapi perempuan Mesir lebih diberi sedikit kelonggaran dalam cara berpakaian mereka. Tidak seperti Sudan, tidak ada polisi moral yang dipercayakan untuk penerapan hukum tersebut.
Sementara itu sebagian besar perempuan Mesir mengenakan jilbab dan memakai jubah panjang longgar, gaun gaya Barat, termasuk celana panjang, merupakan pemandangan yang sangat umum.(fq/sunsentinel)
Lainnya (Arsip)
- Dephan Prancis Fasilitasi Haji untuk Tentaranya yang Muslim
Kamis, 17/09/2009 13:49 WIB - Negara-Negara Dunia Tetapkan Idul Fitri Ahad, 20 September
Kamis, 17/09/2009 13:44 WIB - Parpol-parpol di Jerman Mulai Lirik Suara Pemilih Umat Islam
Kamis, 17/09/2009 13:41 WIB - Muslim Bulgaria Berikan Penghormatan Terhadap Rambut Rasulullah SAW
Kamis, 17/09/2009 10:07 WIB - Emirat Sumbang 150 Juta Dollar untuk Rumah Sakit Amerika
Kamis, 17/09/2009 09:54 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




