Pakar di Universitas Harvard Serukan "Genosida" Rakyat Palestina
Seorang pakar dari Weatherhead Center for International Affairs Universitas Harvard menyerukan agar Barat mengambil langkah-langkah untuk membatasi angka kelahiran bagi rakyat Palestina. Ia juga menolak pandangan bahwa munculnya kelompok Islam yang radikal disebabkan oleh kebijakan luar negeri AS yang tidak adil terhadap dunia Islam.
Pakar yang bernama Martin Kramer itu menyampaikan pandangan-pandangan tersebut dalam pidatonya di Konferensi Herzliya di Israel awal bulan kemarin, yang ia posting dalam blognya. Konferensi Herzliya adalah konferensi tahunan Israel untuk menentukan kebijakan-kebijakan politik dan militer rezim Zionis itu.
Dalam pidatonya Kramer mengatakan, angka kelahiran bayi di warga Palestina di Jalur Gaza harus dengan sengaja dikendalikan dan pengendalian itu akan berlangsung lebih cepat jika Barat menghentikan subsidi pra-melahirkan bagi warga Palestina yang berstatus pengungsi.
Padahal selama ini tidak ada lembaga bantuan internasional manapun maupun PBB yang memberikan "subsidi pra-melahirkan" secara khusus. PBB hanya memberikan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan makanan pada warga Gaza, akibat blokade yang dilakukan Israel. Tapi Kramer menilai bantuan-bantuan kemanusiaan itu mendorong orang-orang Palestina untuk beranak pinak.
Dalam pidatonya, Kramer juga menolak pandangan umum bahwa radikalisasi di kalangan Muslim disebabkan oleh kebijakan-kebijakan AS yang merugikan dunia Islam. Misalnya dukungan buta AS terhadap Israel dan dukungan terhadap pemerintahan-pemerintahan diktator. Radikalisasi Muslim, kata Kramer, sejalan dengan cepatnya pertumbuhan populasi anak muda Muslim di negeri-negeri Muslim seperti Irak, Yaman, Afghanistan termasuk di Jalur Gaza yang berpotensi untuk menjadi orang-orang dewasa yang radikal.
Seruan Kramer agar Barat melakukan tindakan untuk membatasi kelahiran bagi rakyat Palestina, sama artinya menyerukan genosida menurut definisi yang ditetapkan dunia internasional. Konvensi PBB tahun 1948 tentang Pencegahan dan Sanksi terhadap Kejahatan Genosida mendefinisikan genosida termasuk diantaranya "tindakan-tindakan yang sengaja dilakukan untuk mencegah kelahiran secara khusus dari sebuah bangsa, etnis, ras atau kelompok agama tertentu."
Para pembicara pro-Israel dari AS, seperti Kramer, memang kerap menjadi pembicara dalam konferensi tahunan Herzliya yang diselenggarakan Israel. Di AS, Kramer juga aktif di lembaga Washington Institute for Near East Policy (WINEP) dan ia disebut-sebut akan dicalonkan menjadi presiden Shalem College di Yerusalem. Shalem College adalah institusi yang dikelola kelompok kanan-jauh Yahudi Zionis dan akan dijadikan sebagai "Perguruan tinggi untuk orang-orang Yahudi".
Usulan Kramer untuk membatasi kelahiran di kalangan rakyat Palestina sejalan dengan kekhawatiran Israel dan kaum Zionis selama ini melihat pesatnya pertumbuhan populasi orang-orang Palestina. Israel melihatnya sebagai "ancaman demografi" karena populasi rakyat Palestina terus meningkat sementara populasi orang-orang Israel jumlahnya cenderung menurun.
Pemikiran untuk mengurangi populasi rakyat Palestina sebenarnya sudah beberapa kali di sampaikan dalam Konferensi Herzliya terdahulu. Pada tahun 2003 misalnya, Dr. Yitzhak Ravid, seorang pakar persenjataan pemerintah Israel menyerukan agar Israel menerapkan kebijakan keluraga berencana dengan ketat untuk mengurangi populasi Muslim Palestina. (ln/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- Presiden Sudan: Perang Darfur Telah Berakhir
Kamis, 25/02/2010 13:16 WIB - Bukan Taliban, Tapi Anak-Anak yang Jadi Korban Serangan NATO
Kamis, 25/02/2010 12:27 WIB - Australia Panggil Dubes Israel Terkait Pembunuhan Al-Mabhuh
Kamis, 25/02/2010 11:13 WIB - Fatwa Halal Dibunuh yang Mengizinkan Ikhtilat, Tuai Kontroversi di Saudi
Kamis, 25/02/2010 10:32 WIB - Taliban Bantah Orang Dekat Mullah Umar Telah Tertangkap
Kamis, 25/02/2010 09:34 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




