Pakistan, Aghanistan dan AS Diam-Diam Berkolaborasi Gelar Operasi Lion Heart

Kamis, 20/11/2008 17:13 WIB Cetak |  Kirim

Pakistan dan Afghanistan ternyata terlibat dalam serangan-serangan yang dilakukan pasukan AS di Afghanistan ke wilayah Pakistan. Selama ini pemerintah Pakistan selalu membantah pihaknya telah melakukan kesepakatan rahasia dengan militer AS, sehingga pasukan AS leluasa masuk ke wilayah Pakistan untuk memburu anggota al-Qaida.

Seorang pejabat pemerintah senior Pakistan yang menolak disebut jati dirinya membenarkan bahwa serangan-serangan pasukan AS ke wilayah Pakistan dilakukan atas kordinasi antara militer Pakistan, Afghanistan dan AS.

"Pakistan tidak punya teknologi yang memadai, oleh sebab itu Pakistan sangat bergantung pada pasukan AS," kata pejabat tadi.

Militer AS sedikitnya melakukan 39 kali serangan ke wilayah Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, selama sepuluh bulan terakhir. Serangan-serangan itu menewaskan warga sipil di pedalaman Pakistan termasuk anak-anak dan perempuan.

Kolonel John Spiszer, Komandan Brigade ke-3 Divisi Infanteri Pertama pasukan AS pada para wartawan di kota Kabul mengatakan, operasi bersama antara militer AS, Afghanistan dan Pakistan untuk memburu anggota dan para pendukung al-Qaidah di Pakistan diberi nama Operasi Lion Heart.

Menurut sumber di Pakistan, operasi itu bagian dari operasi bawah tanah yang disepakati Pakistan dan pihak AS. Kesepakatan tersebut dilakukan setelah Presiden Pakistan Asif Zardari berkunjung ke Washington bulan September lalu dan memberi izin pada AS untuk melakukan serangan ke target-target mereka, anggota al-Qaidah dan Taliban yang ada di pedalaman Pakistan.

Dalam perjanjanjian itu, Pakistan akan berpura-pura memprotes serangan-serangan pasukan AS dan Washington akan berpura-pura tidak mengakui serangan tersebut. (ln/iol)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG