Pakistan Bantah telah Membantu Taliban

Selasa, 27/07/2010 13:56 WIB | Arsip | Cetak

Hamid Gul, mantan kepala Intelijen Pakistan

Badan intelijen Pakistan mengecam bocornya dokumen yang mengklaim Islamabad telah membantu Taliban dalam perang di Afghanistan.

Seorang pejabat senior di Inter-Service Intelligence (ISI) Pakistan yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan pada hari Senin kemarin (26/7) bahwa tuduhan baru-baru ini, yang terdapat di lebih dari 91.000 dokumen militer yang dibocorkan oleh situs WikiLeaks sangat berbahaya dan tidak berdasar.

Sebelumnya pada hari Senin, situs Wikilekas menjatuhkan apa yang tampaknya membuat kejutan pada seluruh spektrum perang di Afghanistan, yang menyatakan bahwa Pakistan mengizinkan pejabat intelijen untuk bertemu langsung dengan Taliban dalam sesi strategi rahasia untuk mengatur jaringan dari kelompok-kelompok perlawanan yang memerangi tentara Amerika di Afghanistan, dan bahkan mengatur makar untuk membunuh para pemimpin Afghanistan."

Pesan ini telah memiliki resonansi politik yang keras pada saat pemerintahan Presiden AS Barack Obama berjuang untuk menuntaskan kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi terus meningkatnya dari korban tentara AS di negara yang hancur oleh perang tersebut.

Sementara itu, pejabat pemerintah Pakistan dan diplomat menyangkal tuduhan adanya kolusi apapun dengan Taliban, sembari mengatakan bahwa dokumen baru yang bocor tersebut merupakan kebohongan yang berulang.

Di Islamabad, Hamid Gul, mantan kepala intelijen Pakistan, yang disebutkan berkali-kali dalam dokumen, membantah tuduhan intelijennya bekerjasama dengan pejuang Taliban.

Gul mengatakan dokumen yang bocor telah meninggalkan pintu terbuka untuk pemerintah Pakistan memikirkan kembali aliansi mereka dengan Amerika Serikat.

Amerika sedang menghadapi kekalahan di Afghanistan dan untuk menutupi itu, mereka datang dengan tuduhan palsu terhadap Pakistan," tambah Gul.

Dokumen juga berbalik menyoroti pada setumpuk insiden yang tidak dilaporkan di mana beberapa warga sipil Afghanistan tewas atau terluka oleh pasukan pimpinan Amerika di negara itu.

Amerika Serikat mengatakan mereka berharap kebocoran dokumen tidak akan membahayakan operasi yang sedang berlangsung di Afghanistan. (fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang