Pakistan Larang 25 Organisasi Islamis
.jpg)
Pemerintah Pakistan makin memperluas kampanye anti-terorismenya dengan melarang dan menutup 25 organisasi massa dan organisasi sosial Islam, dengan alasan untuk mencegah meningkatnya gerakan militan di negara itu.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rahman Malik mengumumkan hal tersebut, Rabu (5/8). Ia mengatakan, larangan terhadap 25 organisasi massa dan organisasi sosial Islam itu merupakan keputusan dari hasil pertemuan dengan parlemen, berdasarkan Undang-Undang Anti-Teorisme tahun 1997.
Selain 25 organisasi Islamis yang sudah dinyatakan dilarang di Pakistan, masih ada organisasi-organisasi lain yang kemungkinan juga akan dinyatakan terlarang. Menurut Rahman, kementerian dalam negeri sudah memberikan daftar baru organisasi Islamis yang dilarang pada Dewan Nasional Pakistan.
Organisasi-organisasi itu antara lain, Khadam-e-Islam, Jamiat-ul-Azqan, Hizb-ul-Tehrik, Muniz-un-Nisah International Trust, Lashkar-e-Islami, Tehrik-e-Taliban Pakistan, Islami Tehrik-e-Pakistan dan Jamiat-ul-Nasir, Ansar-ul-Islam. Kelompok-kelompok milisi seperti Balochistan Liberation Army, Sipah-e-Sahaba, Sipah-e-Muhammad, Lashkar-e-Jhangvi dan Lashkar-e-Taiba (LeT) juga akan dibubarkan. Sementara organisasi organisasi Sunni Tehrik, kata Rahman, gerakannya akan dipantau ketat oleh aparat hukum di Pakistan. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Pembuat Film "Fitna" Jadi Monyet
Kamis, 06/08/2009 10:18 WIB - Irak Baru, Dari Apoteker Menjadi Pembantu Rumah Tangga
Kamis, 06/08/2009 09:47 WIB - Serbia Kecam Kunjungan Mufti Bosnia ke Kosovo
Kamis, 06/08/2009 08:50 WIB - Bikin Ulah, Puluhan Pendatang Cina "Dikepruki" di Aljazair
Kamis, 06/08/2009 08:09 WIB - Tahanan Muslim Mengalami Isolasi di Penjara Federal AS
Rabu, 05/08/2009 17:08 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




