Pakistan Lontarkan Ide Aneh, Kelahiran Anak Dikenakan Pajak

Jumat, 03/07/2009 17:22 WIB | Arsip | Cetak

Rakyat Pakistan dibuat gundah oleh rencana pemerintahnya yang ingin mengenakan pajak bagi keluarga yang melahirkan anak ketiga dan seterusnya. Menteri Kependudukan Pakistan Ashiq Awan mengatakan, usulan itu ditujukan untuk mengendalikan jumlah penduduk di negara yang terletak di Asia Selatan itu.

"Usulan ini harus dipertimbangkan dengan serius karena menyangkut soal generasi yang akan datang. Meningkatnya populasi penduduk menimbulkan banyak persoalan sosial dan ekonomi serta mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam negeri, termasuk menimbulkan persoalan terorisme," ujar Ashiq Awan.

Namun alasan itu ditolak mentah-mentah oleh para pemuka agama Islam di Pakistan. Mufti Pakistan yang juga mengepalai Universitas Binoria Internasional, Mohammad Naeem menilai usulan menteri kependudukan bertentangan dengan Qur'an dan sunnah.

"Masalah keamanan dan ketertiban serta terorisme tidak ada kaitannya dengan populasi," kata Naeem.

Ia mengecam para menteri di Pakistan yang melontarkan ide tanpa memikirkan apakah ide itu bertentangan dengan syariah atau tidak. Naeem mengkritik jajaran pemerintah yang seharusnya meningkatkan kinerjanya untuk mengurangi kemiskinan.

Pakistan adalah negeri Muslim kedua setelah Indonesia, yang penduduknya paling padat. Jumlah penduduk Pakistan saat ini sekitar 170 juta jiwa.

Selain tokoh-tokoh agama, sejumlah pakar dan praktisi hukum di Pakistan juga mengkritik usulan menteri kependudukan. Mereka menilai usulan itu melanggar hak asasi manusia. "Apa yang ingin dicapai pemerintah dengan memberlakukan aturan pajak seperti ini? Apakah kebijakan semacam itu bisa mengendalikan tingkat kriminalitas dan serangan-serangan bom bunuh diri?," tanya Aamir Liaquat Hussein, seorang pakar kependudukan di Pakistan.

Menurutnya, usulan ini hanya taktik pemerintah untuk mengalihkan isu. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menerapkan aturan pajak itu. "Pemerintah tidak bisa memaksa rakyat untuk tidak punya anak lebih dari dua. Masalah seperti hanya boleh diputuskan oleh pasangan suami isteri," tukas Hussein. Ia mengingatkan bahwa Qur'an telah menegaskan melarang seseorang membunuh anaknya hanya karena takut kelaparan.

Praktisi hukum Saadia Peerzada satu suara dengan Hussein. Ia yakin parlemen akan menolak usulan tersebut. "Pengendalian jumlah kelahiran adalah masalah yang sangat pribadi sifatnya, dan tidak bisa ditangani dengan cara memberlakukan pajak kelahiran untuk keluarga yang memiliki lebih dari dua anak," ujar Peerzada.

Oleh sebab itu Peerzaada dan kalangan cendikiawan di Pakistan mendesak parlemen untuk tidak menanggapi usulan tersebut. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang