
Meski tengah gonjang-ganjing oleh berbagai macam isu dan permasalahan dalam negeri yang terus bergejolak di Pakistan, namun hal tersebut tak mengurangi perkembangan teknologi militer negeri Urdu itu.
Sebuah sumber resmi pemerintahan Pakistan pada Ahad (22/11) yang lalu mengumumkan pihaknya telah berhasil merakit dan memproduksi sendiri jet tempur multi guna dengan model Thunder Jet F-17.
Perakitan dan produksi pesawat tersebut dilakukan oleh Perusahaan Kapal Terbang Pakitan KAMARA dengan perusahaan China. Dalam sebuah wawancara dengan kanal televisi Pakistan, Geo, kedua negara telah melakukan kerjasama untuk menggarap proyek pengembangan teknologi militer Pakistan.
Ditambahkan sumber tersebut, dengan berhasil lahirnya jet tempur buatan dalam negeri sendiri, mimpi Pakistan untuk bisa membuat hal tersebut yang telah menggelanyut selama berpuluh tahun pada akhirnya bisa tercapai.
Dengan diprosuksinya jet tempur ini pula, Pakistan mengukuhkan dimulainya era baru hubungan antara China dan Pakistan.
Pesawat jet Thunder F-17 bikinan Pakistan ini terbilang pesawat yang ringan, berteknologi tinggi, serta dapat beropreasi di segala cuaca. (L2/jzr)
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.