Pangeran Emirat Ditangkap Karena Kasus Pelecehan dan Penyiksaan

Sabtu, 16/05/2009 08:55 WIB | Arsip | Cetak

Dubai - Satuan keamanan pemerintahan Uni Emirat Arab (UEA) menangkap secara paksa Syaikh Isa ibn Zaid Ali Nahyan, "pangeran" UEA yang juga adik kandung Presiden Syaikh Khalifah ibn Zaid Ali Nahyan karena kasus pelecehan dan penyiksaan.

Dalam dua pekan ini, berbagai macam media internasional ramai mengekspos dan memberitakan kasus pelecehan dan penyiksaan yang dilakukan Nahyan terhadap seorang penjual kacang dan biji-bijian miskin asal Afganistan.

Dalam video yang banyak ditayangkan di berbagai televisi dan situs internet, tampak Nahyan beserta seorang aparat kepolisian dan beberapa orang kacung Nahyan menyiksa penjual kacang itu dengan sangat tidak manusiawi.

Si penjual kacang diikat kedua tangan dan kakinya , dihempaskan ke tanah, dipukul dan ditendang, mulutnya dijejali pasir, dan bokongnya digebuk oleh balok kayu berpaku.

Kementrian dalam negeri UEA membenarkan jika pelaku yang tampak video penyiksaan tersebut adalah benar adik sang presiden UEA.

Jika prosesi hukum atas kasus ini berjalan secara adil dan sebagaimana mestinya, maka hal ini akan menjadi sejarah pertama negeri kaya minyak itu menyeret keluarga pemerintahan sendiri ke meja hijau.

Organisasi Human Right Internasional (HRI) menyambut gembira kabar penangkapan Nahyan. Pasalnya, HRI adalah pihak yang paling vokal mengecam tindakan brutal Nahyan, terlebih dalam kasus ini Nahyan memakai "jasa" kepolisian negara.

HRI juga menyayangkan, hampir semua surat kabar Emirat bungkam atas kasus ini.

Video penyiksaan tersebut bocor ke pihak luar setelah kolega Nahyan, Bassam an-Nablusi, membawanya ke luar negeri dan menyerahkannya ke kanal televisi Amerika ABC.

Banyak pihak yang menyatakan jika kasus ini bukanlah yang pertamakali dilakukan oleh Nahyan. Adik presiden Emirat itu dikabarkan doyan melakukan penyiksaan dan merekamnya dalam video. Harian Guardian menyebutkan Nahyan melakukan penyiksaan setidaknya sebanyak 25 kali. (afq/grd/L2)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang