Pangeran Khalid Saudi Menentang Bioskop di Negaranya
Ternyata, masih ada juga pangeran Arab Saudi yang mau memperhatikan Islam. Kemarin (29/06) Pangeran Khalid bin Talal mengecam saudaranya sendiri Pangeran Walid. Khalid diberitakan berselisih dengan saudaranya itu. Pasalnya, Khalid tidak setuju Walid mendirikan perusahaan raksasa yang bergerak di bidang media.
Asal tahu saja, Pangeran Walid lah yang pada bulan lalu membuka bioskop pertama di Arab Saudi. “Idenya dalam membuka bioskop sangat bertentangan dengan kebijakan keluarga kerajaan. Itu sudah melanggar Syari’ah.” begitu komentar Pangeran Khaled. Ia memang sama sekali tak setuju akan kehadiran bioskop-bioskop itu di seantero Saudi.
Bukan rahasia lagi, dalam tubuh anggota kerajaan Saudi ada dua kubu, yaitu kubu konservatif yang dimotori oleh Pangeran Khalid, dan kubu liberal yang dikendalikan oleh Pangeran Walid. “Saya sudah menasihatinya bertahun-tahun, tapi ia selalu tuli.” ujar Khalid. Pangeran Khaled sudah menyerukan kepada kerajaan untuk membekukan aset yang dimiliki Walid yang berkaitan dengan bioskop di Saudi.
Pangeran Walid sendiri adalah salah seorang pengusaha terkaya di dunia. Tidak heran kemudian tak begitu sepaham dengan pendirian kakaknya. Pergaulannya dengan dunia Barat juga ikut memengaruhi segala macam tindak-tanduk dan kebijakannya dalam menjalankan bisnisnya.
Pengeran Khaled adalah satu dari sedikit anggota kerajaan yang masih mau mendengarkan para atktivis Islam di Saudi.
Tapi tampaknya, Raja Abdullah sendiri lebih memilih Pangeran Walid. Ini dengan dibuktikan bahwa ia mengizinkan pemutaran bioskop di negaranya itu. (sa/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Akhir Kejayaan Milyuner Yahudi, Mendekam 150 Tahun di Penjara
Selasa, 30/06/2009 14:37 WIB - Sovenir dan Aksesoris Yahudi Ternyata Diproduksi oleh Pedagang Muslim Palestina
Selasa, 30/06/2009 12:55 WIB - Tahukah Anda: Presiden AS Dukung Aborsi Dengan Alasan Rasis
Selasa, 30/06/2009 12:14 WIB - Ulama India Tolak Pencabutan UU yang Bisa Pidanakan Pelaku Homoseksual
Selasa, 30/06/2009 11:12 WIB - Pemilu Iran: Setelah Penghitungan Ulang, Tuduhan Kecurangan Tak Terbukti
Selasa, 30/06/2009 10:31 WIB
Dunia




