Bulan Ramadan, Pangeran Saudi Kirim 12 Ton Kurma untuk Pengungsi Palestina

Putera Mahkota Arab Saudi mengirim 12 ton kurma untuk dibagikan pada para pengungsi Palestina di Libanon. Kiriman kurma itu diserahkan Duta besar Saudi untuk Libanon, Ali bin Saeed Awwad Assiri pada badan PBB yang mengurusi para pengungsi Palestina, UNRWA Libanon.
Assiri mengatakan, berton-ton kurma itu adalah hadiah dari Putera Mahkota Pangeran Sultan bin Abdulaziz, yang menjabat sebagai deputi perdana menteri dan menteri pertahanan, aviasi dan inspektur jenderal kerajaan Arab Saudi, untuk menyambut bulan yang penuh berkah, bulan Ramadan.
Assiri juga menyampaikan pesan dari Pelindung dua Masjid Suci, Raja Abdullah bin Abdulaziz Al-Saud serta jajaran pejabat pemerintahan kerajaan Saudi yang mengucapkan selamat menjalankan ibadah shaum Ramadan pada seluruh rakyat Palestina.
Perwakilan UNRWA di Libanon, Laila Qissi dan perwakilan kedubes Palestina di Libanon, Khalil Al-Halabi mengucapkan terima kasih atas perhatian kerjaan Saudi terhadap para pengungsi.
Berdasarkan data UNRWA, di tahun 2007 pengungsi Palestina yang berada di Libanon mencapai 404.170 orang, 213.349 di antaranya di kamp pengungsi yang jumlahnya hanya 12 kamp. Sebuah studi yang dilakukan lembaga HAM Palestina menyebutkan bahwa kepadatan kamp pengungsi Palestina di Libanon sudah mencapai tingkat yang buruk. Di kamp pengungsi Ain Halwah misalnya, setiap 1 meter persegi dihuni oleh 8 pengungsi.
Kehidupan para pengungsi di Libanon juga sangat menyedihkan. Para pengungsi ini bukan hanya menghadapi masalah kepadatan dan pengangguran, tapi juga minimnya layanan sosial mulai dari pendidikan, kesehatan dan layanan umum lainnya. UNRWA sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk memenuhi hak-hak sosial para pengungsi Palestina itu. Sementara pemerintahan Libanon tidak memberikan perhatian yang memadai terhadap para pengungsi.
Pemerintah Libanon memperlakukan pengungsi asal Palestina seperti orang-orang asing yang hanya menimbulkan kesulitan di negerinya. Padahal Libanon dan negara-negara Arab lainnya terikat oleh kontrak "Protocol Casablanca" yang mewajibkan mereka untuk memperlakukan para pengungsi Palestina dengan baik, menjamin hak tinggal, bepergian dan mendapatkan pekerjaan. (ln/pnn/pic)
Lainnya (Arsip)
- Berkah Ramadhan di Penjara-Penjara Afrika Selatan
Kamis, 27/08/2009 14:16 WIB - Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia
Kamis, 27/08/2009 13:34 WIB - PM Turki Punya Kebiasaan Buka Puasa Bersama Rakyatnya
Kamis, 27/08/2009 12:30 WIB - Hakimullah Mesud, Pemimpin Baru Taliban
Kamis, 27/08/2009 11:30 WIB - AS Jadi Negara Atheis?
Kamis, 27/08/2009 11:02 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




