Para Mullah di Afghanistan Diminta Kampanyekan Hak-Hak Perempuan

Rabu, 03/03/2010 12:50 WIB | Arsip | Cetak

Pemerintah Afghanistan berinisiatif melakukan kampanye penyadaran tentang hak-hak perempuan melalui program "Peran Para Pemuka Agama dalam Mempromosikan Hak-Hak Perempuan."

Dalam program ini, pemerintah melibatkan para Mullah dan pemuka agama di Afghanistan untuk memberikan penyadaran pada masyarakat tentang hak-hak perempuan berdasarkan hukum Islam dan aturan yang berlaku dalam konstitusi Afghanistan serta hukum hak asasi manusia internasional. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Haji, Kementerian Urusan Perempuan dan Program Pembangunan PBB (UNDP).

Masyarakat Afghanistan adalah masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok suku yang sangat terikat dengan budaya dan tradisi lokal masing-masing komunitas, terutama mereka yang tinggal di kawasan pedalaman. Budaya dan tradisi mereka cenderung mengabaikan hak-hak perempuan. Mereka juga kerap salah dalam memahami nilai-nilai Islam yang sebenarnya sangat menghormati hak-hak perempuan.

Posisi seorang ulama dan Mullah sangat dihormati di kalangan masyarakat Afghanistan. Dengan melibatkan para ulama dan Mullah ini, masyarakat terutama kaum lelakinya diharapkan lebih bisa menerima upaya penyadaran tentang hak-hak kaum perempuan. Fokus utamanya adalah masalah pernikahan dibawah umur, masalah pernikahan paksa, tindak kekerasan yang berbasis gender dan masalah warisan.

"Di Afghanistan, masyarakat lebih mudah menerima dan mau mendengarkan nasehat-nasehat yang didasarkan pada nilai-nilai agama. Program penyadaran tentang hak-hak perempuan dengan melibatkan pemuka agama dan Mullah ini diyakini bisa menurunkan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga," kata Mawalwi Abdul Hanan, salah seorang pemuka agama yang ikut serta dalam program ini.

Program ini sudah berjalan sejak akhir tahun 2009, dimulai di Provinsi Balkh. Sekitar 250 Mullah dari lima distrik mengikuti pelatihan, diberi pengetahuan dan diajak berdiskusi tentang hak-hak perempuan dalam Islam. Mereka menyampaikan pesan tentang hak-hak perempuan yang terdapat dalam Al-Quran lewat khutbah-khutban di masjid saat salat Jumat. (ln/isc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang