Para Pemimpin Koptik Serukan Warga Kristen Mesir di Bawah Satu Partai Politik
Peserta dalam konferensi para pemimpin Koptik pada hari Minggu kemarin (29/1) menyerukan untuk menyatukan warga Kristen Koptik di bawah satu partai politik, dan meminta paus menyelidiki adanya dugaan uskup Koptik mendesak para pemilih untuk memilih Blok Mesir dalam pemilihan parlemen, yang hal itu bisa memecah suara mereka.
Mereka juga menolak penunjukan lima anggota parlemen Koptik untuk Majelis Rakyat oleh Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF).
"Pelaku kekerasan sektarian sampai saat ini belum dibawa ke pengadilan," kata Sheriff Doss, kepala Otoritas Umum Koptik (CGA). "Status kami belum membaik setelah revolusi."
Naguib Gabriel, kepala Organisasi Hak Asasi Manusia dan wakil pendiri dari CGA, menegaskan kepala SCAF marsekal Hussein Tantawi bertanggung jawab atas marjinalisasi Koptik di Mesir.
Sedangkan Mamdouh Ramzy dari Partai Reformasi dan Pembangunan menyesalkan bahwa Gereja mengambil bagian dalam "memberikan negeri ini untuk Ikhwanul Muslimin."
Michael Mounir, presiden dari Partai Hayat, dalam pernyataannya dalam pertemuan para pemimpin koptik bahwa pemilihan parlemen hanyalah lelucon. "Kami warga Koptik tidak akan tertipu lagi," katanya menegaskan.(fq/amay)
Lainnya (Arsip)
- Kenya Tangkap Seorang Ulama dan Pendakwah Muslim
Senin, 30/01/2012 12:22 WIB - 165 Ribu Wanita Alami Pelecehan Seksual di Israel pada Tahun 2011
Senin, 30/01/2012 12:22 WIB - Boko Haram Tolak Dialog dengan Pemerintah dan Ancam Serangan Baru
Senin, 30/01/2012 11:11 WIB - Pesawat Militer Canggih Israel Jatuh, Sebabkan Kerugian 10 Juta Dolar
Senin, 30/01/2012 10:41 WIB - Partai Salafi An-Nur Mulai Bahas Kandidat Presiden Mesir Mendatang
Senin, 30/01/2012 10:40 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



