Para Ulama Bahas Penyatuan Sistem Hukum Islam dan Pembaharuan Fiqih

Selasa, 08/04/2008 16:19 WIB | Arsip | Cetak

Para ulama Muslim dari berbagai negara sedang menggelar pertemuan di Muscat, ibukota negara Oman, membahas kemungkinan untuk menyatukan sistem penerapan hukum-hukum Islam dan kesulitan-kesulitan yang mungkin akan terjadi jika hal itu dilakukan.

"Kita perlu menyusun kesatuan sistem hukum yang bisa diaplikasikan oleh setiap orang dan mereka harus mematuhinya, " kata Profesor Qutub M. Sano, wakil presiden International Islamic University Malaysia. Bagi Qutub, kodifikasi hukum adalah salah satu alat yang diperlukan untuk menghidupkan kembali hukum Islam. Tanpa kodifikasi, umat Islam akan menghadapi kondisi dan sistem yang tidak terorganisasi di negara mereka masing-masing.

Pertemuan berupa seminar yang bertema kodifikasi dan pembaharuan fiqih Islam komtemporer ini dibuka pada 5 April dan akan berakhir hari ini. Seminar yang diselenggarakan oleh Masjid Agung Sultan Qaboos itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kesultanan Oman.

Menurut pihak penyelenggara, kodifikasi maksudnya adalah mengumpulkan semua aturan-aturan hukum yang berhubungan dengan cabang-cabang hukum, ke dalam sebuah buku atau sekumpulan buku, setelah melakukan klasifikasi berdasarkan subyeknya. Pendeknya, kodifikasi merupakan penyusunan hukum Islam berdasarkan atas suatu sistem, yang akan menjadi acuan hukum.

Sedangkan yang dimaksud pembaharuan fiqih adalah modernisasi yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah untuk memenuhi tuntutan hidup yang berbeda, dengan tetap berdasarkan pada prinsip syariah.

Profesor Sano mengatakan, pembahasan mengenai kodifikasi hukum Islam memang sudah saatnya dilakukan dan sangat penting bagi negara-negara Muslim saat ini. Dr. Salim Al-Khrusim, direktur jenderal bimbingan dan dakwah Islam yang merangkap sebagai wakil presiden panita penyelenggaran sepakat dengan pendapat Profesor Sano. Al-Khrusim menilai pembaharuan dalam bidang fiqih Islam juga menjadi hal yang sangat krusial. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang