Parlemen Irak Berencana Loloskan RUU untuk Melarang Warga Irak ke Israel
Parlemen Irak berencana untuk meloloskan RUU baru yang melarang warga Irak dari bepergian ke Israel, Al Jazeera online melaporkan Senin kemarin (30/1).
RUU ini diusulkan setelah adanya sejumlah insiden di bandara Bagdad. Seorang petugas keamanan setempat yang bekerja di sana mengatakan telah menangkap sejumlah pejabat Irak yang membawa paspor dengan visa masuk Israel. Petugas itu, berbicara pada kondisi anonimitas, melaporkan bahwa paspor dari sembilan politisi Irak tersebut jelas-jelas ditandai dengan stempel bandara Ben-Gurion Israel.
Menurut sumber pemerintah, para politisi melakukan perjalanan pertama mereka ke Israel setelah pemilihan umum Irak, yang diselenggarakan pada Januari 2010, sampai sekitar Oktober pada tahun yang sama. Petugas menyatakan bahwa selama interogasi, ditemukan bahwa mereka beroperasi sebagai utusan untuk Israel atas nama politisi Irak.
Dalam menanggapi laporan itu, Anggota Parlemen Irak dari Aliansi Nasional Irak, Muhammad Ridha al-Khafaji menyatakan bahwa sekitar 50 anggota parlemen telah mengusulkan RUU untuk melarang perjalanan tersebut ke Israel. Khafaji menekankan bahwa di masa lalu, pejabat senior Irak telah mengunjungi Israel secara diam-diam.
Sementara itu, anggota komite yudisial parlemen mengatakan RUU ini tidak selalu berarti bahwa UU seperti itu harus diloloskan.
Melarang warga dari bepergian adalah menentang hak kebebasan warga Irak, seperti yang tertulis dalam konstitusi. Namun melarang perjalanan ke Israel tidak ada hubungannya dengan politik, dia mengatakan kepada Al Jazeera, menjelaskan bahwa Irak tidak pernah punya hubungan diplomatik atau politik dengan Israel, juga tak mengakui Negara Israel.
Israel mengklasifikasikan Irak, serta negara-negara Arab lainnya, sebagai "negara musuh." Namun, selama bertahun-tahun para pejabat senior Israel telah mengisyaratkan pada berbagai kesempatan bahwa meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan negara-negara seperti itu, berkali-kali mereka melakukan hubungan ekonomis dan hubungan keamanan.(fq/ynet)
Lainnya (Arsip)
- Syaikhul Azhar Tuntut Barat Minta Maaf telah Menjajah Negara-Negara Afrika
Selasa, 31/01/2012 12:35 WIB - Laporan: Afghanistan Setuju untuk Lakukan Pembicaraan dengan Taliban di Saudi
Selasa, 31/01/2012 11:03 WIB - Obama Akhirnya Akui telah Melakukan Serangan Drone AS di Pakistan
Selasa, 31/01/2012 10:51 WIB - AS Mendesak Mesir untuk Cabut Larangan Perjalanan terhadap Warga AS
Selasa, 31/01/2012 10:26 WIB - Ulama Buta Suriah Anti Assad Berhasil Melarikan Diri ke Yordania
Selasa, 31/01/2012 09:21 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



