Parvez Ahmed, Abdul Rasheed Dan Amerika
Pada 4 Juli kemarin, Parvez Ahmed—seorang profesor Universitas North Florida—menjadi salah satu pembicara pada Konvensi Tahunan 47 Masyarakat Islam Amerika Utara, pertemuan terbesar Muslim di Amerika Utara. Ketika makan siang, ia duduk satu meja dengan Letnan Kolonel Abdul-Rasheed Muhammad, seorang Muslim dalam militer AS.
Abdul-Rasheed, yang bisa dikatakan sebagai konselor tentara Muslim di angkatan bersenjata AS, tampak sedih ketika Parvez Ahmad mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya kepada negara. Saat ini diperkirakan ada 15.000 tentara Muslim yang tergabung dalam angkatan bersenjata AS.
Abdul-Rasheed kemudian mengatakan, "Jika Amerika layak dihuni oleh Muslim, dan memberikan banyak manfaat, maka umat Islam memiliki kewajiban untuk mengabdi dalam pertahanan, melawan mereka yang memilih untuk tidak membahayakan warga negaranya, kekayaan, atau nilai-nilai."
The American Family Association, sebuah kelompok Kristen konservatif, telah menerbitkan sebuah artikel di situs mereka berisi seruan bahwa umat Islam harus dilarang dari dinas militer. Ulama Muslim, Anwar al Awlaki, yang dikaitkan dengan Mayor Nidal Hasan dalam tragedi Fort Hood, mengatakan bahwa tidak ada alasan sedikitpun untuk seorang Muslim tergabung dalam militer AS.
Pada tahun 2001, ketika AS bersiap-siap untuk menyerbu Afghanistan, Taha Jabir Alwani, presiden dari sebuah lembaga yang melatih seorang Muslim dalam militer, mengeluarkan fatwa (keputusan agama) yang memungkinkan umat Islam untuk berjuang untuk Amerika Serikat di Afghanistan. Fatwa itu juga memberikan Muslim pilihan untuk menolak dasar hati nurani keagamaan mereka. Dengan mengumpulkan bahaya radikalisasi menimpa masyarakat Muslim Amerika, hal ini jelas bisa mendorong, bukan hanya memungkinkan,umat Islam untuk mengabdi dalam dinas tentara AS.
Menurut Parvez Ahmad, kehadiran tentara Muslim Amerika dapat bermanfaat di berbagai bidang. Selain tepat mencerminkan keanekaragaman nasional AS, kehadiran tentara Muslim Amerika dapat mengurangi insiden kasar seperti yang terjadi di Abu Ghraib. Pada saat misi Amerika di Afghanistan dan Irak bukan hanya untuk memenangkan sebuah konflik tetapi juga untuk memenangkan hati dan pikiran, Amerika Muslim di militer Amerika bisa menjadi jembatan yang berharga antara militer AS dan dunia Muslim.
Mungkin, yang luput dari pengamatan profesor Parvez Ahmad, adalah bagaimana perasaan seorang tentara Muslim ketika mengokang senjata api untuk membunuh saudara Muslimnya di Afghanistan dan Iraq tanpa alasan yang sama sekali jelas. (sa/drparvezahmed)
Lainnya (Arsip)
- Pangeran Saudi Itu Bekerja Sama Dengan Rupert Murdoch
Rabu, 14/07/2010 06:29 WIB - Menteri Luar Negeri Australia: Taliban Itu Ahli Dan Canggih!
Selasa, 13/07/2010 16:01 WIB - Mahasiswa Yahudi: Bakar Bendera Israel Bagian Dari Kebebasan Berpendapat
Selasa, 13/07/2010 15:44 WIB - Satu Tahun Setelah Tragedi Pembantaian Uighur
Selasa, 13/07/2010 15:40 WIB - Laporan: 20 Ribu Wanita Bosnia Telah Diperkosa oleh Tentara Serbia
Selasa, 13/07/2010 14:59 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




