Pasukan AS di Afghanistan, Ibarat Matador Melawan Banteng

Senin, 31/08/2009 17:19 WIB | Arsip | Cetak

AS nampaknya harus mengakui bahwa strategi militer yang diberlakukannya di Aghanistan tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Itulah yang tersirat dari laporan Jenderal Stanley McChrystal yang memegang komando militer AS di Afghanistan.

BBC menyebutkan, dalam laporannya Jenderal McChrystal mengibaratkan militer AS sebagai seorang matador yang sedang berusaha menundukkan seekor banteng (Taliban). McChrystal juga menyatakan, melindungi rakyat Afghanistan dari ancaman Taliban harus menjadi prioritas militer AS.

Bukan hal yang biasa seorang Jenderal militer AS berani mengungkapkan kondisi pasukannya, apalagi dengan nada pesimis. Pernyataan McChrystal bukan tidak mungkin akan memicu kontroversi. Dalam laporan itu, McChrystal juga mengatakan bahwa rakyat Afghanistan sedang mengalami krisis kepercayaan karena perang AS dan pemerintahan mereka melawan Taliban, tidak membuat kehidupan rakyat menjadi lebih baik.

Selayaknya, kata McChrystal, militer Afghanistan yang mengambil perang terbesar menghadapi Taliban, tapi militer Afghanistan belum siap melakukan itu sampai tiga tahun ke depan. Sedangkan kepolisian Afghanistan, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk benar-benar mampu menghadapi Taliban.

McChrystal menginginkan militer AS lebih mengintensifkan komunikasi dengan kelompok Taliban dan ia meyakini 60 persen persoalan di Afghanistan akan terpecahkan jika tersedia banyak lapangan pekerjaan bagi para pejuang Taliban.

Perang AS di Afghanistan menjadi blunder meski pemerintah AS sudah mengirimkan lebih dari 30.000 pasukan tambahan ke negeri itu. Dalam laporannya kali ini, McChrystal secara tersurat tidak menyinggung perlunya penambahan pasukan. Namun jika laporan itu sampai ke meja Presiden Obama, tidak tertutup kemungkinan kebijakan penambahan pasukan akan dilakukan kembali meski pemerintahan AS sendiri sudah kehilangan dukungan dari rakyatnya atas perang di Afghanistan. (ln/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang