Di Marjah, Pasukan NATO Kelimpungan Hadapi Perlawanan Taliban
Pasukan NATO yang sedang menggelar Operasi Mustarak di Provinsi Helmand, Afghanistan, mulai menghadapi perlawanan sengit dari militan Taliban. Mereka disambut rentetan tembakan militan Taliban saat memasuki wilayah Marjah hari Senin kemarin.
Pasukan NATO juga harus ekstra waspada di Marjah karena militan Taliban sudah menyebar ranjau-ranjau darat dan menempatkan penembak-penembak jitunya di kota itu.
Salah seorang komandan pasukan NATO mengakui adanya perlawanan itu tapi mengklaim berhasil mengendalikan situasi di Marjah. "Di banyak tempat di Marjah, kami menghadapi perlawanan-perlawanan kecil. Ada beberapa tempat, dimana pasukan Marinir menghadapi perlawanan keras tapi pasukan berhasil menciptakan stabilitas di seluruh wilayah," kata Kapten Marinir AS, Abraham Sipe.
Sipe menambahkan, pasukannya harus benar-benar menyusun strategi untuk mengantisipasi "perangkap" yang sudah dipasang Taliban. Pasukan NATO kata Sipe, harus melakukan deteksi dan membersihkan rute perjalanan mereka karena bahan-bahan peledak buatan Taliban yang ditanam dan disebar dimana-mana.
Sementara itu Komandan Batalion ke-3, Marinir AS, Letnan Kolonel Brian Christmas mengatakan bahwa pasukannya sempat kewalahan menghadapi perlawanan Taliban. Menurutnya, dua kali pasukan Marinir AS harus mundur dalam baku tembak dengan Taliban.
"Hari ini benar-benar hari yang sibuk, karena kami mencoba melakukan penetrasi. Pasukan kami ditembaki oleh tiga tim penembak jitu Taliban," ujar Christmas.
Perlawanan menunjukkan bahwa Taliban masih eksis di provinsi Helmand yang selama tiga hari ini menjadi target Operasi Mustarak. Operasi Mustarak adalah operasi militer pertama yang dilakukan pasukan NATO di Afghanistan, di masa pemerintahan Presiden Barck Obama. Tujuannya operasi itu, memberangus basis-basis Taliban di wilayah itu.
Militer Afghanistan mengklaim bahwa sekitar 15.000 militan Taliban menyingkir ketika pasukan Inggris dan pasukan Afghanistan masuk ke kota Marjah dan Nad Ali. Tapi nyatanya, pasukan NATO kelimpungan menghadapi perlawanan Taliban.
Taliban masih menggunakan taktik lamanya dalam menghadapi musuh, yaitu memasang bom-bom jebakan di jalan-jalan dan melakukan penyergapan yang gerak pasukan asing terhambat. Alih-alih memberangus Taliban, pasukan NATO malah banyak menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil Afghanistan, karena salah sasaran dalam melakukan serangan. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Resto Cepat Saji Mengganti Menu Halal, Umat Kristen Prancis Protes
Selasa, 16/02/2010 13:04 WIB - Presiden Palestina Ancam Boikot KTT Liga Arab
Selasa, 16/02/2010 11:22 WIB - Harian Al-Watan di Kuwait Didenda 3.000 Dinar
Selasa, 16/02/2010 10:20 WIB - Bicara Soal Israel, Anggota Legislatif Inggris Dipecat
Selasa, 16/02/2010 10:19 WIB - Media Inggris: Terlalu Dini Bicara Kemenangan di Helmand
Selasa, 16/02/2010 09:01 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




