Pasukan NATO Membantai 52 Penduduk Sipil di Helmand
Pasukan NATO telah membatai 52 penduduk sipil di Propinsi Helmand. Pembantaian itu terjadi saat adanya laporan dokumen yang dirilis Wikileaks tentang aksi pembantaian pasukan AS di Afghanistan terhadap penduduk sipil.
Kantor Presiden Karzai juga mengeluarkan pernyataan sehubungan dengan pembantaian pasukan NATO di distrik Sangir Rigi. Karzai yang menjadi boneka AS itu, menyatakan akan membahas kasus ini di sidang kabinet dan menjadikannya prioritas utama.
Namun, pembantaian warga sipil di Helmand dan distrik Rigi ini dibantah juru bicara militer pasukan NATO, Greg Smit, "Kami akan melakukan kerjasama untuk menyelidiki laporan tentang pembantaian yang terjadi di Rigi," ucap Smith.
Sementara itu, pasukan gabungan ISAF, menegaskan operasi di wilayah selatan Rigi, telah menghadapi perlawanan para pemberontak (Taliban) yang menggunakan senjata otomatis, granat dan roket. Pasukan ISAF menghadapi para pemberontak dengan helikopter tempur dan menembakkan rudal.
Pertempuran itu mengakibatkan tewasnya puluhan penduduk sipil di wilayah Helmand. NATO tidak dapat lagi membedakan mana sasaran militer (Taliban) atau peduduk sipil, sehingga menimbulkan banyaknya jumlah korban sipil. (m/cnn)
Lainnya (Arsip)
- Pelajar Pakistan Lebih Memilih Bergabung dengan Al-Qaidah Daripada Belajar
Selasa, 27/07/2010 14:17 WIB - Pakistan Bantah telah Membantu Taliban
Selasa, 27/07/2010 13:56 WIB - Kapal Bantuan AS "The Audacity of Hope" Akan Mencoba Tembus Gaza
Selasa, 27/07/2010 13:43 WIB - Galloway: Tidak Ada Lagi Orang di Dunia Ini Bersimpati dengan Israel
Selasa, 27/07/2010 13:22 WIB - Siapa Julian Assange, Si Bos Wikileaks?
Selasa, 27/07/2010 13:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




