Pasukan Pakistan Ambil Alih Buner dari Taliban

Kamis, 30/04/2009 11:31 WIB | Arsip | Cetak

Militer Pakistan mengatakan pada hari Rabu kemarin mereka telah berhasi mengontrol kota utama di wilayah barat - Buner setelah sempat terjadi pertempuran sengit dengan pasukan pejuang Taliban.

Menurut laporan dari pihak militer Pakistan, 50 orang taliban tewas dalam pertempuran selama dua hari tersebut.

Presiden Pakistan - Asif Ali Zardani menyerukan keseluruh masyarakat untuk sementara melupakan perbedaan politik dan segera memberikan dukungan kepada pasukan Pakistan.

"Waktu telah datang untuk seluruh warga negara untuk melupakan perbedaan politik mereka dan bangkit serta memberikan dukungan penuh kepada pasukan keamanan kita dalam masa kritis saat ini," kata Zardari dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa dukungan nasional adalah sangat penting dalam memastikan perlindungan hak-hak warga negara Pakistan.

Lebih dari 500 pejuang Taliban telah memasuki Buner pada awal bulan ini dan mereka menerapkan Syariah dan hukum Islam disana, yang disebut oleh pihak militer Pakistan sebagai 'pelanggaran' dari kesepakatan yang telah diambil pada awal tahun ini dengan pihak pejuang Taliban untuk mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut.

Operasi militer untuk mengusir keluar Taliban dan mencegah mereka menguasai wilayah-wilayah Pakistan mendapat dukungan penuh dari Washington, yang mana AS telah menempatkan Pakistan menjadi jantung dari peperangan untuk melawan Al-Qaidah dan para pejuang Islam.

Presiden AS Barack Obama dalam sebuah pembicaraan di Missouri mengatakan bahwa Al-Qaidah dan taliban merupakan 'ancaman utama' bagi keamanan nasional AS.

Di awal-awal Washington juga telah menyatakan Operasi Militer merupakan jawaban yang paling tepat untuk menghentikan laju gerak taliban di negara yang memiliki senjata Nuklir itu, kata juru bicara Pentagin Geoff Morrell.

Taliban telah masuk ke Buner pada bulan ini, yang wilayah tersebut hanya 100 km dari pusat kota Pakistan. Masuknya Taliban ke wilayh tersebut mengakibatkan kepanikan dan ketakutan bagi pemerintah Pakistan dan AS mengingat negara Pakistan adalah negara yang memiliki senjata nuklir.(fq/reu/alby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang