"Paul Si Gurita Simbol Rusaknya Masyarakat Barat"

Kamis, 29/07/2010 07:41 WIB | Arsip | Cetak

Ajang Piala Dunia di Afrika Selatan yang baru saja berakhir, mempopulerkan hewan bertentakel delapan "Paul Si Gurita". Sebagian besar masyarakat dunia dibuat terkesima oleh polah si Paul yang "jitu" menebak pemenang di babak final World Cup kemarin.

Tapi, bagi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, fenomena Paul Si Gurita merupakan simbol dekadensi dan rusaknya masyarakat Barat. Dalam pidatonya di Tehran, Ahmadinejad menyebut Paul Si Gurita sebagai propaganda dan takhyul yang disebarkan dunia Barat.

"Mereka yang percaya dengan takhyul semacam ini, tidak bisa menjadi pemimpin dunia yang memberikan inspirasi, mengedepan kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang sakral," kata Ahmadinejad.

Dalam pidatonya, Presiden Iran itu juga mengatakan bahwa Iran adalah negara independen yang tidak bergantung pada kekuatan Barat. Sanksi-sanksi sepihak yang dijatuhkan negara Barat terkait program nuklir Iran, membuat Iran menjadi negara yang makin mandiri.

Ahmadinejad mengungkapkan, perusahaan-perusahaan asing yang mengikuti sanksi itu akan kehilangan pasar potensialnya baik di Iran maupun di negara-negara lain. Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Ramin Mehmanparast menyatakan, "Sanksi-sanksi itu tidak akan membuahkan hasil. Di satu sisi, sanksi itu menjadi promosi bagi kemandirian bangsa Iran dan di sisi lain menjadi kerugian bangsa Barat dan Eropa sendiri."

Lebih lanjut Ahmadinejad mengatakan, banga Barat tidak menyadari kerugiannya karena dominasi kekuatan Zionis yang menguasai pemerintahan mereka. "Sesungguhnya, kekuatan-kekuatan kolonial tidak punya status yang solid dan fondasi mereka sangat rapuh," tandasnya. (ln/prtv/Ynet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang