PBB: Hanya Taliban Yang Memerangi Narkoba di Afghanistan

Selasa, 07/07/2009 06:19 WIB | Arsip | Cetak

Selama ini, berita yang banyak beredar di media-media internasional mengatakan bahwa Taliban berada di belakang peredaran ganja (opium) dan narkoba lainnya di Afghanistan. Pejabat pengendalian narkoba PBB malah mengeluarkan pernyataan yang menentang perihal itu.

Menurut tim PBB yang berjumlah 12 orang itu, sebaliknya Taliban adalah satu-satunya kelompok yang aktif memerangi peredaran dan penjualan narkoba di Afghanistan. Saat ini, Afghanistan menjadi satu-satunya negara dengan produksi opium terbesar di dunia. Tahun kemarin saja, Afghanistan memproduksi 4.000 ton opium dan merupakan penyuplai lebih dari 75% narkoba di dunia.

“Kami bukan menduga-duga, tapi kami sudah melihat buktinya sendiri.” Ujar Bernard Frahi, ketua wilayah PBB untuk Afghanistan dan Pakistan. Pernyataan Frahi itu juga didukung dengan foto-foto. Menurut laporan PBB, di provinsi Nangarhar misalnya, sekitar 12.600 akre merupakan lading ganja dan semuanya itu telah dimusnahkan oleh Taliban. “Taliban sangat serius dalam hal ini.” Ujar Frahi.

Saat ini, menjual ganja memang menjadi pilihan kebanyakan rakyat Afghanistan. Situasi yang sulit, ditambah karena mudahnya menjual ganja, membuat rakyat Afghanistan tak berpikir panjang dalam menanam opium. Satu kali panen, seseorang yang mempunyai ladang ganja bisa mendapatkan $1.100, jumlah yang sangat banyak tentunya.

Para diplomat Barat di Pakistan mengatakan bahwa selama ini Taliban lah yang mengendalikan harga opium di pasaran. Namun Frahi telah mematahkan tuduhan Barat ini.

Mullah Mohammed Omar, pemimpin Taliban, telah dengan tegas melarang opium karena bertentangan dengan ajaran Islam dan merusak generasi muda. Sebaliknya, Taliban aktif mengganti ladang opium menjadi ladang gandum dan bawang. “Kami akan tetap memerangi narkoba, tak peduli apakah kami diperangi dunia internasional ataupun tidak,” paparnya. “ganja selamanya dilarang di negeri ini.” (sa/opioids)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang