Peduli Pemanasan Global, Masjid di Inggris Nyatakan "Bebas Karbon"

Jumat, 11/01/2008 16:16 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah masjid di South Woodford, sebelah timur laut kota London menyatakan diri sebagai tempat ibadah pertama yang bebas zat karbon. Masjid ini mengurangi pemakaian gas dan listrik dan menggantikannya dengan penanaman pohon-pohon.

Organisasi sosial Tolerance Internasional telah melakukan kalkulasi atas emisi karbon masjid tersebut, untuk membantu seberapa besar pengurangan energi yang harus dilakukan Masjid South Woodford.

Ketua masjid Dr. Muhammad Fahim mengatakan, ajaran Islam mewajibkan umatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat mereka hidup. "Kita tidak bisa hanya memanfaatkannya, tanpa menjaga dan melindungi alam, " ujarnya.

"Ketika pohon-pohon memberikan memberikan buah, buah itu bukan untuk pohon itu sendiri tapi juga untuk umat manusia yang mendapat keuntungan darinya. Saya ingin setiap Muslim seperti pohon itu, yang memberikan manfaat bukan buat dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain, " sambung Dr. Fahim berfilosofis.

Ia melanjutkan, "Masjid kami menjadi masjid pertama di Inggris yang bebas karbon dan kami berusaha menjadi pelopor untuk masjid-masjid lainnya. Kami ingin mempromosikan hal-hal yang ramah lingkungan. "

Sementara itu, Ketua Eksekutif Tolerance International, Hamid Bayazi mengatakan, inisiatif yang dilakukan Masjid South Woodforda akan mempercepat upaya untuk mengatasi masalah pemanasan global.

"Kami merasa, terserah pada lembaga-lembaga keagamaan sendiri apakah akan ikut berpatisipasi dalam wacana perubahan iklim. Pada dasarnya, kalangan bisnis sekarang membicarakan masalah ini, begitu juga pemerintah. Tapi jarang ada institusi keagamaan yang melibatkan diri dalam masalah ini, " ujar Bayazi.

Para ilmuwan dunia memprediksikan, suhu dunia rata-rata akan rmeningkat antara 1, 8 sampai 3 derajat Celsius pada abad ini karena efek emisi gas rumah kaca, terutama dari hasil pembakaran bahan bakar minyak. Peningkatan suhu berdampak pada kekeringan, kelaparan, banjir yang bisa membahayakan kelangsungan hidup manusia.

Lembaga Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan, pada tahun 2080 kemungkinan ada 3, 2 milyar penduduk dunia-sepertiga penduduk bumi-yang akan kekurangan air, 600 juta orang akan mengalami kelaparan dan 7 juta orang akan mengalami kebanjiran karena permukaan air laut yang terus naik.

Organisasi pemerhati lingkungan hidup World Wildlife WWF menuding AS menjadi negara yang paling besar kontribusinya dalam pemanasan global dan telah mengesampingkan peringatan dari para ilmuwan agar ikut mengatasi masalah itu. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang