Pejabat Israel Tak Berani Lagi ke Eropa
.jpg)
Pemerintah Israel akan membatasi perjalanan pejabatnya ke wilayah Eropa karena khawatir mereka akan ditangkap atas tuduhan kejahatan perang. Israel mempertimbangkan kebijakan itu menyusul makin menguatnya dukungan dunia internasional terhadap hasil laporan tim pencari fakta PBB yang menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dalam agresi brutalnya ke Jalur Gaza selama 22 hari pada bulan Januari 2008.
Juru bicara militer Israel Avital Leibovitz pada harian Washington Times menyatakan, saat ini tidak ada penasehat khusus maupun para perwira yang melakukan perjalanan ke Eropa, meski perjalanan itu sudah mereka rencanakan sebelumnya. Menurutnya, militer Israel, kementerian luar negeri dan otoritas berwenang lainnya masih membahas kemungkinan diberlakukannya pembatasan rencana perjalanan bagi para pejabat senior Israel ke Eropa.
Laporan tim pencari fakta PBB yang dipimpin Richard Goldstone membuat Israel tak berkutik dan panik. Israel diberi waktu enam bulan untuk melakukan penyelidikan independen terkait kejahatan perang itu. Jika Israel gagal melakukan penyelidikan, PBB akan meneruskan laporan tersebut ke Pengadilan Kriminal Internasional. Kalau itu terjadi, para pejabat pemerintah dan militer Israel harus siap menghadapi kemungkinan ditangkap saat melakukan perjalanan ke luar negeri. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Dewan HAM PBB Siapkan Resolusi Kutuk Israel
Kamis, 15/10/2009 16:18 WIB - UAE Mengibarkan Bendera Israel
Kamis, 15/10/2009 16:15 WIB - 85.000 Orang Tewas di Irak Pasca-Perang
Kamis, 15/10/2009 14:51 WIB - Pemimpin Turki dan Armenia Berjabat Tangan, Tim Bola Armenia Malah Di Ejek
Kamis, 15/10/2009 10:58 WIB - Tidak Ada Lagi CD Porno di Lembah Swat
Kamis, 15/10/2009 09:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




